oleh

Komisi Perlindungan Anak Sesalkan Kejadian Kekerasan Terhadap Anak Di Siring Agung

Kolom:Hukum, Peristiwa|12 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Palembang, RM. Romadoni, S.TH.I, menyesalkan atas kejadian pembunuhan seorang anak bernama Bryan Aditya oleh ibu kandungnya sendiri Siska di Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I bebrapa hari yang lalu, Jumat (25/11).

Kalau kita lihat kasus tentang penganiayaan ibu terhadap anak itu sangat disayangkan, harusnya sebagai orang tua itu memberikan pendidikan, memberikan pengajaran, memberikan contoh akhlaqul karimah kepada anaknya,” Ujar Doni.

Doni mengatakan kejadian tersebut pasti memiliki sebab, seorang ibu tega membunuh, menghilangkan nyawa anaknya, mungkin faktor hubungan orang tua kurang harmonis, mungkin faktor komunikasi antara orang tua, antara ibu dan ayah sang anak itu sangat kurang.

Mungkin bisa juga faktor ekonomi yang menyebabkan sering trjadonya keributan dalam rumah tangga sehingga anak yang menjadi imbas korban dari keributan dalam rumah tangga tersebut,” Tambahnya

Baca juga :  Gubernur Deru Umrohkan Dua Prajurit Bekang Berprestasi

Karna itu lanjut Doni, KPAD kedepan akan melakukan sosialisasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang undang-undang perlindungan anak sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat kota Palembang ini.

Doni mengingatkan, bila masyarakat melihat, mendengar terjadi kekerasan terhadap anak, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan secara verbal agar segera memberikan informasi atau melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Palembang. Nanti KPAD akan menelaah, sejauh mana permasalahan tersebut.

Kemudian terkait kasus tersebut KPAD akan terus mengawal, yang jelas kita harus memantau kasus ini, kasus pembunuhan, penganiayaan terhadap anak ini sehingga tewasnya Bryan Aditya ini,” Tegasnya

Baca juga :  Provinsi Sumsel Segera Miliki Hydrogen Bus Pertama di Indonesia

Doni menjelaskan bahwa kasus ini sudah bergulir dipihak kepolisian ditangan Unit TPA Polresta Palembang. Nanti kita terus pantau sejauh mana penanganan kasus ini.

Mengenai hukuman kalau kita lihat di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 itu bisa jadi sanksi kepada ibu Siska, orang tua dari Bryan, Pasal 80 Ayat 4 dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara.

KPAD berjanji akan terus pantau dan awasi kasus ini, kita akan monitoring terus sejauh mana perkembangannya,” Janji Doni.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu muda bernama Siska Nopriana (23) diduga melakukan penganiayaan yang menewaskan anak kandungnya, Bryan Aditya Fadhillah (4). Siska diduga menyakiti anaknya sendiri karena emosi setelah berselisih dengan suami.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Resort Kota Palembang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Cek Mantri mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap Siska dan melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Baca juga :  Ingin Bayar Zakat, Masyarakat Bisa Melalui Baznas Sumsel

Informasi mengenai meninggalnya Bryan diperoleh dari Siska yang datang ke Kepolisian Resor Kota Palembang. Awalnya, Siska melaporkan adanya kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya, Salbani (30).

Setelah dimintai keterangan mengenai kasus kekerasan itu, Siska mengatakan bahwa anaknya telah meninggal karena dianiaya. Berdasarkan keterangan tersebut, polisi mendatangi rumah Siska di Jalan Lubuk Bakung, Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang. Di ruang tamu, polisi mendapati Bryan sudah meninggal dunia.

Polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi. Dari hasil otopsi, ditemukan sejumlah luka memar dan lebam di hampir seluruh tubuh dan kaki korban.

(Sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita