oleh

KPPI Dorong Peran Politik Perempuan Dalam Pemilu

Kolom:Peristiwa|5 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) merupakan sebuah organisasi yang anggotanya adalah para aktivis perempuan lintas Partai Politik.

Visi KPPI yakni ingin membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang adil makmur dan sejahtera tentu saja dengan terpenuhinya hak-hak perempuan terutama dalam bidang politik. Demikian jelas Dwi Septianti Ketua Umum KPPI saat konferensi pers di Media Center DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (24/03).

Menurut Dwi Septiawati, ada beberapa misi besar yang dibawa oleh KPPI, diantaranya adalah terkait dengan pendidikan politik. Pendidikan politik ini menjadi sebuah tugas dan tanggungjawab kita semua termasuk KPPI.

Baca juga :  Kadin Sumsel Diminta Bisa Jadi Stakeholder Petani

“Kita ingin masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cerdas secara politik, masyarakat yang memahami proses politik adalah proses untuk mencapai tujuan bersama menuju Indonesia yang kita cita-citakan. Kalau kita hari ini masih menemui masyarakat memahami politik sebagai pendekatan pragmatis ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

Dwi berharap dalam hal ini negara juga harus berperan melakukan proses pendidikan politik sehingga masyarakat kita adalah masyarakat yang benar-benar cerdas secara politik, melakukan proses-proses politik dalam pemilu legislatif atau pilkada sebagai bagian yang menentukan masa depan suatu daerah.

Baca juga :  FPI Bubarkan Pengobatan Gratis Massal

Kemudian misi yang lain yaitu mendorong keterwakilan perempuan. Hingga hari ini Indonesia belum bisa mencapai apa yang telah ditargetkan didalam Undang-Undang yaitu kuota terpenuhinya 30% keterwakilan perempuan.

“Kita berharap di tahun 2019 sudah tidak ada lagi provinsi yang tidak memiliki alat perempuan di DPR RI karena hari ini masih ada 7 provinsi yang belum memiliki perwakilan perempuan untuk DPR RI. Kemudian juga untuk DPD RI, masih ada 11 provinsi yang belum memiliki perwakilan perempuan di DPD RI dan kemudian masih ada 22 kota kabupaten di Indonesia yang belum memiliki alat perempuan,” papar Dwi.

Baca juga :  Peringati Satu Dekade SMAN Sumsel, Air Mata Gubernur Alex Tumpah

Selanjutnya, Dwi berharap dengan keberadaan KPPI dengan program yang digulirkan keterwakilan perempuan Indonesia semakin meningkat.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita