oleh

Landasan Udara Gatot Subroto Buka Akses OKU Raya

Kolom:Peristiwa|3 kali dilihat

NuansaKita – Martapura : Landasan udara Gatot Subroto Waytuba – Lampung milik TNI AD, segera dioperasionalkan untuk mendukung konektivitas wilayah antara provinsi Sumatera Selatan dengan provinsi Lampung. Landasan tersebut akan difungsikan sebagai landasan udara saja.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya di Martapura, Kabupaten Oku Timur, Sabtu (27/10).

“Lanud Gatot Subroto segera dioperasionalkan dalam waktu dekat. Desember segera akan kita buka. Dibukanya Lanud ini untuk menghubungkan beberapa wilayah di Sumsel dan Lampung,” katanya.

Sebelum dioperasionalkan, sarana prasarana pendukung akan disiapkan terlebih dahulu, seperti terdapatnya ruang tunggu dan areal penjemputan bagi penumpang.

Dibukanya Lanud Gatot Subroto ini sendiri sebagai perwujudan dan cita-cita dari program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk membuka konektivitas dan menghubungkan seluruh wilayah Indonesia, baik di darat, laut, dan udara.

Orang nomor satu di Kementerian Perhubungan ini menambahkan, ada lima kabupaten dengan rata-rata tiga juta penduduk yang tidak memiliki konektivitas. Untuk itu pemerintah pusat berupaya melaksanakan pembangunan infrastruktur ke seluruh wilayah Indonesia.

Pembangunan infrastruktur akan terus dilaksanakan secara merata, termasuk pembangunan infrastruktur di Sumsel karena Sumsel termasuk provinsi unggulan. Pemerataan pembangunan infrastruktur tersebut untuk mengikis pemikiran Jawa sentris yang selama ini selalu terpusat di wilayah Jawa sebagai pusat pemerintahan dan wilayah yang dekat dengan kekuasaan. Kini pembangunan infrastruktur menjadi Indonesia sentris.

Baca juga :  Atasi Banjir, Pemprov Siap Back Up Pemkot Palembang

Dalam kunjungan kerjanya ke Martapura, Oku Timur, Budi Karya Sumadi juga menyampaikan keberhasilan yang telah dicapai empat tahun pemerintahan Jokowi – JK, seperti pemerataan dan kesamaan harga bbm dan semen antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Indonesia yang berhasil masuk dalam negara kelompok G20, pun prestasi Indonesia pada hajatan Asian Games 2018, yang tidak saja sukses prestasi dengan berhasil menduduki peringkat empat, juga sukses dalam pelaksanaan.

Pembangunan infrastruktur di laut pun digeber, dengan telah dibangunnya 65 pelabuhan, pembangunan tol laut dengan ketersediaan kapal-kapal bersubsidi yang menyalurkan kebutuhan logistik bagi rakyat Indonesia. Sementara untuk perhubungan udara telah dibangun sepuluh bandara, dengan jumlah total 409 bandara di seluruh Indonesia, termasuk Lanudad Gatot Subroto Waytuba.

Pembangunan jalan tol trans Sumatera, yang menghubungkan provinsi Aceh hingga Lampung pun, akan diwujudkan oleh pemerintah pusat.

“fokus dan konsentrasi pemerintah pusat adalah daerah pelosok dan pedesaan. Membangun dimulai dari desa,” ujarnya.

Baca juga :  Hari Pahlawan Jangan Hanya Seremonial

Untuk mendukung pemerataan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, MenHub Budi meminta agar kepala daerah memiliki semangat untuk membangun, sehingga daerah yang dipimpinnya dapat bergerak maju, pun untuk wilayah Oku Raya.

Tak lupa, Menhub Budi berpesan untuk bandara yang telah dibangun nantinya dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak disia-siakan.

Selain memaparkan dan menyampaikan keberhasilan program kerja empat tahun pemerintahan Jokowi – JK, Budi juga membagi-bagikan helm kepada sepuluh orang perwakilan masyarakat Martapura, sekaligus menitipkan pesan untuk selalu menggunakan helm saat berkendara dan mengurangi kecepatan, serta mengutamakan keselamatan berkendara. Menurutnya, hal tersebut dapat mengurangi resiko dan menurunkan angka lakalantas.

Sementara Gubernur Herman Deru menyatakan, Presiden Jokowi tidak salah pilih mencurahkan perhatiannya dalam hal pembangunan infrastruktur di wilayah Oku Raya (Kabupaten Oku Timur, Oku Induk, Oku Selatan), yaitu dengan dioperasionalknannya Lanud Gatot Subroto sebelum tahun 2018 berakhir.

Menurut mantan Bupati Oku Timur dua periode itu, dirinya telah sejak lama berupaya agar Lanud Gatot Subroto dapat dioperasionalkan.

“Sejak tahun 2006, saya telah berusaha dan meminta kepada pemerintah pusat, untuk membuka Lanud Gatot Subroto. Jika Lanud tersebut dibuka akan memudahkan akses bagi wilayah di sekitarnya,” kata orang nomor satu di Sumsel ini.

Baca juga :  BPJS Kesehatan Capai Empat Kali WTM Berturut-turut

Dirinya merasa terharu, dengan akan segera dioperasionalknannya Lanud Gatot Subroto atas bantuan pemerintah pusat. Ditambahkannya meskipun secara teritorial Lanud tersebut berada di Way Kanan provinsi Lampung, akan dapat membuka akses delapan wilayah di daerah tersebut, juga membuka peluang dan memberikan kemudahan bagi pejabat pusat untuk berkunjung ke wilayah Oku Raya.

Dijelaskan Herman Deru, selama ini pemerintah pusat seringkali enggan berkunjung ke wilayah Oku Raya, karena keterbatasan akses tidak adanya landasan udara dan kondisi jalan yang buruk.

Gubernur Herman Deru berjanji akan memfokuskan pembangunan di wilayah Oku Raya tanpa mengabaikan pembangunan di wilayah lainnya di Sumsel, guna mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Sementara, tanpa membuang kesempatan baik selagi berhadapan langsung dengan Gubernur Herman Deru dan MenHub Budi Karya, Bupati Oku Timur Cholid Mawardi menyampaikan permintaan khusus kepada Mentoring Perhubungan untuk membangun infrastruktur di wilayahnya berupa fly over, hal ini disebabkan jalan lintas tengah yang telah eksisting memotong jalur rel kereta api di wilayah Sungai Dua dan mengakibatkan kerap terjadi lakalantas. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita