oleh

Lewat Vidcon, Gubernur Deru Sampaikan Pengantar LKPJ ke Dewan Sumsel

Kolom:Peristiwa|7 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Pandemi Covid-19 di Sumsel tak menghalangi Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk tetap berkegiatan. Misal Senin (20/04), lewat video conference dari Command Centre Sumsel, Deru tetap menyampaikan Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019 di hadapan anggota dewan dalam Rapat Paripurna XIII (13) DPRD Sumsel.
Selain menyampaikan pengantar tersebut, dirinya juga ikut menyaksikan pembentukan Pansus-Pansus berdasarkan komposisi komisi-komisi DPRD Sumsel. Adapun Rapat Paripurna secara virtual ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel, R.A Anita Noeringhati.
Dalam penyampaiannya Deru mengatakan bahwa rapat paripurna ini merupakan pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda yang mengamanatkan Kepala Daerah wajib menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban.
Menurutnya, tahun 2019 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumsel periode 2019-2023. Selama setahun ini kata dia banyak prestasi dan keberhasilan pembangunan yang dicapai sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.
“Kita sudah mendapat 52 penghargaan atau rata-rata setiap 8 hari mendapat 1 penghargaan sejak HDMY dilantik 1 Oktober 2018,” jelasnya.
Selain capaian prestasi tersebut, dalam penyampaian laporannya ia membagi materi menjadi dua bagian. Dimana yang pertama adalah soal prioritas pembangunan tahun 2019 dan capaian kinerja pembangunan. Kemudian kedua adalah realisasi pengelolaan keuangan daerah.
Pada RPJMD Sumsel terdapat 16 sasaran yang setiap tahun dirangkum dalam beberapa prioritas pembangunan. Prioritas pembangunan Sumsel tahun 2019 meliputi pembangunan manusia berkualitas, yakni dengan keberhasilan meningkatkan beberapa caoaian IPM, menurunkan angka kemiskinan dan pencapaian di bidang oendidika dan kesehatan.
Kemudian pengurangan kesenjangan wilayah yang tergambar dari pencapaian infrastruktur dasar pada sanitasi sebesar 83,02%, air minun layak sebesar 80,37% dan juga peningkatan jalan mantap di Sumsel yang sangat signifikan pada 2019. Selanjutnya adalah peningkatan nilai tambah ekonomi berbasis green growth, dan stabilitas keamanan dan pemantapan reformasi Birokrasi.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan capaian indikator makro pembangunan tahun 2019. Yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,71 % yang lebih tinggi dibanding nasional sebesar 5,02% dan tertinggi di regional Sumatera serta peringkat 3 tertinggi (Regional Sumatera dan Bali) setelah DIY Yogyakarta 6,60% dan DKI Jakarta 5,89%.
Kemudian gini rasio Sumsel sebesar 0,331 lebih rendah dibandingkan nasional 0,382 dan lebih baik dibandingkan dengan target RKPD 0,355 yang menunjukkan bahwa kesenjangan antar pendapatan di Sumsel termasuk katefori rendah.
“Yang tak kalah penting di Sumsel tingkat inflasi sebesar 2,06% lebih rendah dibanding dengan nasional 2,72% yang menunjukkan harga bahan pokok di Sumsel cukup stabil. Serta tingkat pengangguran terbuka 4,48% lebih rendah dibandingkan dengan nasional 5,28%,” jelasnya.
Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan realisasi pengelolaan keuangan daerah yang belum diaudit sebagai wujud kinerja APBD. Dimana target pendapatan daerah Provinsi Sumsel sebesar Rp9.849.942.842.746,55 dan terealisasi sebssar Rp9.233.287.701.169,73 atau sebesar 93,74%.
Lalu dari sisi belanja dserah terealisasi sebesar Rp.6.418.398.930.897,59 atau terealisasi 90,72% dari yang direncanakan sebesar Rp7.074.829.339.229,22.
Sedangkan dari sisi penerimaan pembiayaan  terealisasi sebesar Rp680.516.254.016,82 atau 99,06% dari target yang sebesar Rp686.982.783.412,29. “Demikian pengantar yang dapat kami sampaikan. Untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang LKPJ TA 2019 ini kami telah menyampaikan buku laporan pertanggungjawaban ini kepada anggota dewan terhormat dalam bentuk dokumen lengkap,” jelas dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel, Anita, mengatakan bahwa rapat paripurna ini digelar melalui teleconference dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan jumlah peserta yang terbatas. Dimana para peserta rapat mengikuti jalannya rapat dari ruang fraksi masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Kami juga ikut prihatin atas penyebaran Covid di Sumsel dan ikut merasakan duka mendalam baik pada keluarga korban maupun tenaga media yang terinfeksi. Semoga wabah ini bisa diatasi dengan baik dan kami mendukung pemprov dalam hal penanganan Covid ini,” tukas dia. Rip
Baca juga :  BKIPM Gagalkan Pengiriman 12 Ekot Ikan Lohan Ke Cilacap

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita