oleh

Lima Sektor Utama Yang Berperan Penting Cegah Kenaikan Suhu Bumi

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Bersama dengan negara-negara lain didunia, pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya menjaga agar kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2°C. Perjalanan panjang upaya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon emisi karbon gas rumah kaca dunia terus ditempuh.

Ada lima sektor utama berperan penting untuk mencapai target pengurangan emisi GRK,  yaitu pertanian, kehutanan energy industri dan pengolahan limbah, lima sektor tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi sebagai penyumbang emisi GRK terbesar.

Akhir tahun 2016 lalu pemerintah Indonesia telah menyerahkan dokumen NasionalIy Determined Contribution (NDC) kepada Secretariat United Nations Framework Convention On Climate Change  (UNFCCC) sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional sampai dengan tahun 2030 serta tetap mempertahankan target 7% pertumbuhan ekonomi.

Komitmen Pemerintah Indonesia tersebut menyebabkan proses kaji ulang atau revisi dokumen RAD GRK sebelumnya perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan antara lain penyesuaian garis acuan emisi (reference emission level/REL) yang akan digunakan tolak ukur kinerja penurunan emisi perbaikan target penurunan emisi dan revisi rencana aksi mitigasi di masing-masing sektor.

Baca juga :  Panglima TNI : Kita All Out Untuk Asian Games

Untuk menindaklanjuti komitmen  penurunan emisi GRK, pemerintah Indonesia telah menyusun RAN-GRK dalam memberikan kerangka kebijakan untuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta dan para pemangku kepentingan lainnya dalam melksanakan kegiatan-kegaiatan yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan upaya mengurangi emisi GRK  dalam jangka waktu yang telah ditentukan. RAN-GRK ini telah disahkan lewat peraturan presiden No 61 tahun 2011.

Dalam implementasinya, RAN-GRK diturunkan menjadi rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca  (RAD-GRK) yang menrupakan strategi penurunan emisi lintas sektor ditingkat provinsi.

Khusus RAD-GRK Provinsi Sumsel disahkan melalui Pergub No 34 tahun 2012. Dokomen RAD-GRK ini merupakan bentuk komitmen Prov Sumsel dalam upaya mendukung mitigasi terhadap perubahan iklim yang dijabarkan dalam program/ kegiatan yang dilkukan didaerah melalui pengalokasian anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca juga :  Giri : Tuntutan Mahasiswa Akan Kami Teruskan ke Pusat

Adanya perubahan kewenangan pemerintah dengan terbitnya UU No 23/2014 dan peraturan No 18/2016 menyebabkan terjadinya perubahan organisasi tata laksana pemerintaj ditingkat provinsi. Dalam memenuhi target nasional, BAPPENAS mengamanatkan kepada semua provinsi di Indonesia untuk melaksanakan kajian ulang (revisi) RAD-GRK yang telah disusun sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama tersebut yaitu terlaksananya pencapaian target penurunan emisi GRK dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama maka peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankannya sangat diperlukan.

Koordinator World Agroforestry Centre (ICRAF) untuk proyek LAMA- , Suyanto, rabu (22/03/2017) pada saat pembukaan acara “ Kaji Ulang Aksi Daerah (RAD) Dan Pemntauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Penguranagan Gas Rumah Kaca di Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Santika Palembang mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian revisi dokumen RAD GRK Provinsi Sumatera Selatan dan terbangunnya pemantauan pelaksanaan aksi mitigasi perubahan iklim secara online.

Baca juga :  Harnojoyo, Hijaber Harus Rapi, Bersih Biar Elegan

“Jadi  kedua hal tersebut sangat penting sebagai bagian terpadu dalam kebijakan pertumbuhan hijau Provinsi Sumatera Selatan yang rencananya akan diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Selatan pada bulan Mei mendatang,” Jelasnya.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersampaikannya informasi terkini kepada para pihak mengenai kebijakan maupun metode penghitungan emisi GRK, teridentifikasinya target penurunan emisi dan rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh masing-masing perangkat daerah, teridentifikasi siapa penanggung jawab yang akan menyusun dan memperbaiki dokumen RAD GRK, dan menambah wawasan para pihak dalam mengkaji ulang dokumen RAD GRK.

“ Selain itu harapannya untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan pemantauan evaluasi dan pelaporan dalam upaya penurunan emisi grk di Sumatera Selatan secara online” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita