oleh

Masyarakat Harus Kawal Pelanggaran HAM

Kolom:Peristiwa|3 kali dilihat

Nuansakita – Palembang : Indonesia sebagai negara yang berkembang, baik individu,  masyarakat umum, maupun pemerintah wajib menghormati dan menjamin Hak Asasi Manusia (HAM) setiap warga negara tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun.

Untuk menjaga harkat dan martabat, masyarakat harus memberikan sumbangsi terhadap peraturan yang ada dan  siap mengawal apabila ada kasus terhadap pelanggaran HAM. Hal ini disampaikan oleh Ardiana Hidayah dalam diskusi publik memperingati hari HAM internasional di Fakultas dakwah UIN Raden Fatah, Kamis (29/10).

Ardiana menambahkan, HAM menyandang dua aspek yang penting yakni aspek individualitas (pribadi) dan aspek  sosialitas (bermasyarakat). Oleh karena itu, manusia mengemban kewajiban mengakui dan menghormati hak asasi orang lain yang telah diatur oleh perundang-undangan.

Baca juga :  Forum Silatusalama Siap Sukseskan Asian Games 2018

“Dasar hukum yang dijadikan ladasan dalam pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia terdapat dalam pasal 27  sampai pasal 34 UUD tahun 1945,”tutupnya.

Senada dengan hal itu, Donny Meilano selaku pembicara  mengatakan, di zaman yang semakin maju ini peran perempuan sangat penting untuk kesetaraan gender dengan laki-laki. “konteks gender disini diartikan bukan untuk mengambil alih pekerjaan yang dilakukan laki-laki, tetapi untuk saling melengkapi sesuai peran masing-masing,”.

“Tetap prinsipnya laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, di zaman yang semakin maju ini perempuan diharapkan bisa lebih aktif untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan yang ada,”.

Baca juga :  Adian Y. Napitupulu Diamcam Di Bunuh Oknum BPN Lampung

“Diharapkan untuk kedepannya. Kita dapat menjunjung tinggi martabat karena sebagai masyarakat yang berbudaya harus saling menghormati satu sama lain tanpa menyakiti, aalagi hak-hak kaum tertindas dengan perjuangan,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita