oleh

Mawardi Yahya: Bupati & Walikota Itu Ujung Tombak Pencegahan Corona

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Hampir 3 bulan terakhir ini masyarakat Sumsel hidup di tengah pandemi Covid-19. Direncanakan sesuai kebijakan pemerintah pusat, masyarakat akan menjalani kehidupan normal secara bertahap yang akan dimulai pada Juni mendatang dengan protokol kesehatan dan aturan ketat.
Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi terkait perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Mawardi Yahya telah mengikuti rapat virtual membahas perumusan yang dipimpin langsung Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, bersama sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju.
Baik itu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Terawan, Menkopolhukam Machfud MD, Panglima TNI Laksamana Madya Yudo Margono, Kepala Staf Presiden Muldoko, dan Kepala BNPB Doni Monardo.
Dijumpai usai mengikuti rapat virtual tersebut, Mawardi mengatakan, jika rapat itu membahas perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19, juga bagaimana menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat.
“Di satu sisi kita ingin agar wabah Covid-19 ini segera hilang dari kehidupan kita, ya caranya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di sisi lain kita juga harus memikirkan sektor ekonomi dan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Selain itu perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19, kata Mawardi ada di tangan kepala daerah se-Sumsel. “Jadi, Bupati dan Walikota adalah ujung tombak pencegahan Covid-19 sehingga perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19 dapat terwujud. Sebab mereka yang paling mengetahui data dan karakter masyarakatnya serta simpul-simpul wilayah. Nah kita berperan sebagai koordinatornya dan memfasilitasi,” kata Mawardi.
Pada rapat virtual yang berlangsung selama hampir 3 jam lebih itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan ada 124 wilayah kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia yang bebas Covid-19.
“Di Sumsel ada 5 kabupaten yang bebas Covid-19. Untuk mulai mewujudkan tahapan New Normal Life harus dilakukan evaluasi kondisi dan pra kondisi pada daerah masing-masing. Jika kurva naik, tentu saja daerah tersebut akan diperketat kembali. Sosialisasi keamanan harus terus dilakukan,” ujarnya.

Adapun Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyampaikan melihat dinamika Covid-19 yang sangat dinamis maka strategi yang harus dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19 disesuaikan dengan situasi yang terjadi.

“Pemerintah selalu konsisten dan sangat konsisten dalam membuat kebijakan menghadapi dan mencegah Covid-19. Di kesempatan ini saya menyarankan agar aplikasi bersatu lawan Covid-19 harus disosialisasikan kepada ASN,” kata Luhut.
Sedangkan Mendagri Tito Karnavian menyampaikan saran dan usulan selama menjalani pandemi Covid-19 ini menuju New Normal Life melalui gerakan membagikan masker oleh para kepala daerah serta menggunakan masker dengan baik dan benar, menutupi mulut dan hidung, gerakan mencuci tangan dengan menyediakan tempat mencuci tangan di wilayah publik, serta gerakan untuk menyediakan hand sanitizer.
“Ini adalah sejumlah saran yang bersifat umum, yang saya lihat di lapangan belum masif dan belum tersosialisasikan dengan baik hingga ke masyarakat bawah. Banyak kita jumpai masyarakat yang masih belum menggunakan masker dengan baik,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Staf Presiden Muldoko menjelaskan hasil rapat virtual perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19 ini segera akan dilaporkan kepada Presiden Jokowi untuk selanjutnya akan dipilih 10 daerah yang siap menjalankan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19. Rip
Baca juga :  Keenam Kalinya, Pemprov Sumsel Sabet Wajar Tanpa Pengecualian

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita