oleh

Mayjen TNI Gautama Wiranegara : Terorisme Kejar Popularitas

Kolom:Headline, Hukum, Peristiwa|86 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Gautama Wiranegara menegaskan bahwa terorisme memiliki motif untuk pengejaran popularitas. Itulah yang mendasari mengapa aksi-aksi terorisme dilakukan di waktu – waktu dan tempat-tempat khusus, tentu agar mudah diliput media, Kamis (17/11).

Hal itu disampaikan Gautama ketika menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan aksi terorisme di dalam lembaga pemasyarakatan, Rabu malam (16/11) di hotel The Daira Palembang,

Gautama mengatakan, kelompok teroris mengincar obyek-obyek tertentu untuk dijadikan tempat pelaksanaan aksi-aksi teror, karenanya BNPT berkewajiban untuk melindungi obyek-obyek dimaksud agar tidak dijadikan sasaran pelaksanaan aksi-aksi kejahatan.

Laporan global, database menunjukkan bahwa tahun ini kelompok teroris telah melakukan aksi teror di sedikitnya 60 obyek vital, tentu ini merupakan jumlah yang tidak sedikit. Ungkapnya

Baca juga :  Pemprov Sumsel Gelar Upacara Hari Bela Negera ke-70

Sisi media inilah yang membuat kelompok teroris merencanakan aksinya dengan matang, termasuk pemilihan waktu dan lokasi, ini dimaksudkan agar aksi yang mereka lakukan mendapat liputan media secara maksimal.

“Aksi-aksi terorisme mempertimbangkan sisi pemberitaan, karenanya direncanakan dengan baik, termasuk memilih lokasi (pelaksanaan aksi teror, red), biar diliput media,” jelasnya.

Lebih jauh ia menyatakan bahwa terorisme bukan hanya ancaman untuk kesatuan bangsa, tetapi juga perusakan terhadap obyek-obyek vital yang dianggap sebagai representasi negara atau pihak asing. Karenanya BNPT terus meningkatkan pengamanan terhadap obyek-obyek vital, selain pula melaksanakan strataegi penanggulangan yang lain, untuk memastikan keamanan masyarakat.

Baca juga :  Sukseskan Asian Games, Kemenhub Siapkan Tiga Paket Kebijakan

Di akhir sambutannya, Gautama berharap agar kerja pengamanan lapas yang bersandar pada SOP ini dapat berjalan secara efektif dan dapat dipertanggujawabkan, baik dari sisi akademik maupun efektifitas pelaksanaannya. Ia pun meminta agar terjalin kerjasaman antar pihak-pihak terkait, sehingga apa yang diharapkan dapat diwujudkan dengan baik.

Perlu diketahui, dalam kegiatan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan aksi terorisme di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengumpulkan sedikitnya 80 perwakilan yang berasal dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, BIN, Kepala lapas, Akademisi dan Media.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi gambaran kepada pihak-pihak terkait tentang pelaksanaan SOP penanganan aksi terorisme di lapas. Termasuk di antaranya adalah aplikasi sistem keamanan terpadu dalam rangka pencegahan dan perlindungan dari ancaman terorisme di dalam lapas, tegasnya.

Baca juga :  IGRA Palembang Gelar Milad di PIM

Menurut keterangan dari ketua panitia acara, Kolonel CZI Roedy Widodo, kegiatan ini ditujukan untuk memberikan penjelasan rinci terkait sistem keamanan untuk antisipasi aksi teror di dalam lapas, khususnya lapas-lapas yang dihuni oleh napi kasus terorisme. Karenanya ia memandang kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, terlebih, SOP ini akan menjadi acuan dalam pengamanan lapas.

Kasubdit pengamanan lingkungan BNPT ini menyampaikan terimakasih atas kesediaan para undangan menghadiri kegiatan ini, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tergantung kerjasama semua pihak yang terlibat. Karenanya ia meminta seluruh undangan yang hadir untuk dapat menyatukan langkah dalam menanggulangi terorisme untuk Indonesia yang damai dan bermartabat. (sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita