oleh

Memasuki Musim Kemarau, Seluruh Kepala Daerah di Sumsel Tidak Boleh Tinggalkan Tempat

Kolom:Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Langkah antisipasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang Asian Games 2018 terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Karena di Sumsel terdapat 4 daerah rawan Karhutla di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Ogan Ilir, MUBA, dan Banyuasin.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyampaikan, sedangkan lahan gambut terluas berada di Kabupaten OKI, di mana 60 persen lahan gambut tersebut berada di wilayah konsesi Perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihak APP sudah melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan Karhutla mulai dari kelengkapan fasilitas hingga pendanaan.

Baca juga :  LRT Terkoneksi Dengan Moda Angkutan Lain

“Setelah kita lihat kesiapan mereka terhadap pencegahan Karhutla sudah sangat luar biasa. Jadi, Kalau 60 persen lahan gambut sudah dapat diatasi oleh APP, artinya kerja kita sudah sedikit ringan tinggal 40 persennya lagi,” ungkap Alex, Selasa (03/04).

Lebih lanjut Alex Noerdin mengatakan, dari 4 Kabupaten yang rawan Karhutla semua sudah melakukan langkah antisipasi pencegahan mulai dari perencanaan, kelengkapan fasilitas termasuk posko pemantauan hotspot (Titik Api).

Alex menginstruksikan, seluruh kepala daerah rawan Karhutla untuk tidak meninggalkan daerah masing-masing sejak memasuki musim kemarau diperkirakan pada bulan Juni, Juli dan Agustus mendatang.

Baca juga :  Inilah Pentingnya Zona Itegritas untuk Menuju Wilayah Bebas Korupsi

“Seluruh kepala daerah Bupati dan Wali Kota tidak boleh meninggalkan tempat tanpa izin Gubernur, termasuk para Camat dan Kepala Desa harus selalu berada di tempat mengantisipasi terjadinya Karhutla,” tegas Alex. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita