oleh

MUI Sumsel Apresiasi Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Prof. Dr. Aflatun Muckhtar, memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru berkat program satu desa satu rumah tahfidz yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat serta berkembang dengan baik di Sumsel.
“Saya menyampaikan apresiasi dari masyarakat kepada Gubernur Herman Deru. Dimana program ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat Sumsel. Bahkan dengan adanya program satu desa satu rumah tahfidz ini, rumah tahfidz serta pesantren-pesantren yang ada di Sumsel ini menjadi berkembang sekali,” ujar Aflatun, Kamis (25/06).
Untuk diketahui, program satu desa satu rumah tahfidz ini sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hingga saat ini pencapaian sesuai dengan target penambahan yakni 3.000 rumah tahfidz di Sumsel, walaupun belakangan ini cukup terhambat peresmiannya dikarenakan masa Pandemi Covid-19.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru pun sangat berterima kasih atas apresiasi dari MUI tersebut.
“Terimakasih atas kedatangannya yang dimana sejak pandemi ini silaturahmi kita  menjadi terbatas serta terimakasih atas doa-doanya serta saya haru ketika MUI menyampaikan apresiasi rumah tahfidz, ini  membuktikan bahwa masyarakat pun turut antusias dengan keadaan rumah tahfid ini,” ucap dia.
Untuk 3.000 rumah tahfidz yang ada di Sumsel ini merupakan target dari Visi Misi HDMY mewujudkan Sumsel religi walaupun di sampai saat ini belum diresmikan tetapi untuk kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan hingga saat ini.
Selain memberikan apresiasi tersebut, kedatangan para ulama ini juga guna meminta izin kepada Gubernur Sumsel terkait rencana MUI melakukan koordinasi bersama Ormas tingkat provinsi di Sumsel untuk menyampaikan maklumat atau seruan bahwa umat Islam menolak HIP.
“Alhamdulillah, tadi pagi saya membaca berita bahwa Presiden Jokowi juga sudah ikut menolak bahwa RUU HIP yang dibuat ini atas inisiatif legisatif bukan dari pemerintah, harus ditegaskan sekali lagi bahwa RUU HIP ini dibuat atas inisiatif bukan diusulkan pemerintah,” tegasnya.
Dia juga berharap pertemuan para organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat nantinya lebih ke dalam bentuk diskusi untuk memberikan jalan keluar.
Disamping itu juga, Gubernur Deru pun berencana akan membantu membangun Kantor Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumsel. “Membangun Kantor MUI merupakan salah satu mimpi saya, serahkan kepada pemerintah agar pemerintah saja yang membangunnya mulai dari tanah maupun bangunan sesuai dengan kebutuhan proporsi bagi payung para umat Islam di Sumsel,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Peringatan HARGANAS Stable Berkuda Sekayu

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita