oleh

Ahmad M. Ali Pertanyakan Status Tersangka Penurunan Bendera Di Bali

Kolom:Nasional|25 kali dilihat

NuansaKita – Jakarta : DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI pertanyakan keseriusan Kepolisian Daerah (Polda) Bali tangkap pelaku penurunan bendera merah putih. Dua tersangka pelaku penurunan bendera merah putih I Gusti Putu Dharmawijaya dan I Made Jonantara alias IMJA yg sudah sejak tgl 8 Agustus 2016 ditetapkan menjadi tersangka hingga hari ini tetap belum di tahan oleh Polda Bali.

Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad M. Ali mempertanyakan keseriusan Polda Bali menangani kasus tersebut. Selain itu Mat Ali juga meminta Polda Bali dan Mabes Polri bersikap tegas dan cepat terkait pengusutan akun-akun di sosial media yg mengkampanyekan sparatisme. Hal ini diutarakan saat dihubungi media NuansaKita.com.
Rabu (05/10/2016)

Baca juga :  Presiden Jokowi Menjenguk KH Hasyim Muzadi

Ia meminta agar aparat tidak ragu dalam bertindak demi keutuhan NKRI. “Penegakan hukum penting dilakukan apalagi terhadap pihak pihak yang jelas mengancam keutuhan NKRI, “papar Ahmad M. Ali.

Hal tersebut diungkapkan saat mengomentari kasus penurunan bendera Merah Putih di DPRD Propinsi Bali yang hingga kini tersangka utamanya masih buron. Ia juga menyinggung postingan sejumlah akun di media sosial yang dengan gencar mengkampanyekan Bali Merdeka.”Kalau polda bali serius seharusnya dalam hitungan hari DPO (Daftar Pencarian Orang) ini bisa ditangkap dan diperiksa. Saya yakin dengan kualitas kepolisian kita, ” jelasnya.

Baca juga :  Presiden Jokowi Meresmikan Pasar Klewer

Sebelumnya polda Bali telah menetapkan 1 orang tersangka yakni I Gusti Putu Dharmawijaya dalam penurunan bendera Merah Putih saat demo tolak reklamasi, Kepolisian Daerah (Polda) Bali‎ kini tengah mengejar dua orang aktivis Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI).

Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto menyatakan pihaknya pertama ia sedang mengejar seorang aktivis ForBALI dengan akun Twitter@banaspati2001.
Melalui akun tersebut, kata Sugeng, aktivis ForBALI itu menulis kata-kata “Indonesia sudah mati!‎ Pancasila Was Dead!‎ Sembari memajang foto dirinya yang tengah hormat kepada bendera ForBALI.

Baca juga :  Pemilihan Wakil Gubernur: Jangan Khianati Suara Wilayah Timur

“Dia juga me-retweet tulisan akun@bali_merdeka yang menuliskan “Ormas ormas di Bali bersatulah membela Bali! Kelak kalianlah yg menjadi “tentara” bagi Bali,” ucap Sugeng, saat memberi keterangan resmi, Kamis (8/9/2016).
Selain memburu pemilik akun @banaspati2001, Sugeng memaparkan jika Polda Bali juga tengah mengejar seorang aktivis ForBALI lainnya berinisial IMJA berkaitan dengan aksi penurunan Sang Saka Merah Putih saat aksi demonstrasi di Gedung DPRD Bali 25 Agustus lalu.(tsm)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita