oleh

Pimpinan Perguruan Tinggi Akan Berkumpul di Bali

Kolom:Nasional|4 kali dilihat

NuansaKita – Jakarta : Aksi Kebangsaan Pimpinan Se-Indonesia berangkat dari keprihatian atas kondisi bangsa akhir-akhir ini. Muncul nya ajaran atau faham yang menganjurkan kekerasan tindakan persekusi, adu domba, penyebaran fitnah dan kebencian bernuansa SARA. Hal ini di katakan Prof. DR. Zaidin, M.Ag selaku Panitia Pengarah dalam Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme di kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2017).

Sejumlah mahasiswa dan dosen perguruan tinggi di Jakarta menggelar deklarasi melawan radikalisme. Acara tersebut dihadiri Menristek Dikti, Kepala BNPT dan Anggota Komisi X DPR RI.

Baca juga :  Ahmad M. Ali Pertanyakan Status Tersangka Penurunan Bendera Di Bali

Panitia pengarah aksi kebangsaan PT melawan radikalisme Prof Zainal Abidin mengemukakan bahwa di rencanakan 3.000 sampai dengan 4.000 perguruan tinggi se-Indonesia hadir dan berikrar melawan radikalisme.Yang rencana berlangsung di Bali Tanggal 25-26 Sepember 2017, dibuka oleh Menristekdikti dan Akan di tutup oleh Presiden Jokowi.
Juga menghadirkan pakar-pakar dan pejabat negara sebagai narasumber, antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ulama Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif.
Rektor Intsitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu ini menyatakan panitia pengarah telah menuntaskan lima poin penting yang menjadi materi deklarasi.

Baca juga :  Presiden : SMK dan Pondok Pesantren mendukung Kemandirian Industri

“Ia, jadi ada prolog sebelum masuk ke lima poin ikrar tersebut. Prolog itu sebagai pengantar perguruan tinggi berjanji dan berkomitmen terhadap poin-poin yang dideklarasikan,” jelasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita