oleh

Sereida : Kebebasan Berpendapat Terancam, Harus menangkap dan Memproses Hukum Pihak-Pihak..

Kolom:Nasional|13 kali dilihat

NuansaKita – Jakarta : Kasus yang menimpa dokter Fiera Lovita di Solok, Sumatera Barat sungguh miris. Bagaimana seorang ibu diintimidasi oleh segerombolan orang yang mengaku FPI dan dipaksa meminta maaf atas perbuatan yang sama sekali tidak salah. Perbedaan pendapat di negara demokrasi adalah dilindungi hukum, bahkan konstitusi UUD 1945. Kejadian yang menimpa dokter Fiera Lovita bukanlah yang pertama kali.

Menurut data SAFENet, kurang lebih ada 45 kasus intimidasi yang dilakukan segerombolan. Dari yang mengalami intimidasi sampai ada yang dipaksa keluar dari pekerjaannya. Hal ini disampaikan DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Pergerakan Indonesia Melalui Ketua Umumnya Sereida Tambunan kepada media, Minggu (28/05/2017).

Baca juga :  JUJUR SAJA, SIAPA MAFIANYA PAK MENTERI ?

Sereida Menjelaskan, aparat keamanan dalam hal ini kepolisian justru tidak melindungi korban, cenderung membiarkan intimidasi ini berlangsung. Pada kasus dokter Fiera, polisi justru memfasilitasi pertemuan intimidatif yang dilakukan FPI Sumbar. Pada kasus Leonard Edward dan Carlos di Jakarta, justru korban, Carlos yang dipukuli massa FPI , sempat mendekam di penjara kantor polisi. Bukan menangkap para pelaku kekerasan, namun polisi justru menekan korban.
Ancaman pada demokrasi Indonesia sudah nyata. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka negeri ini akan jatuh pada era totaliter dan tirani kekerasan oleh segelintir kelompok masyarakat. Oleh karena itu DPN Pergerakan Indonesia menyatakan sikap : yakni Mengapresiasi jajaran Kepolisian yang telah menangkap seorang admin sebuah akun yang berisikan ujaran kebencian, fitnah dan SARA.

Baca juga :  Adian Napitupulu : Pancasila Sudah Terbukti Mampu Mempersatukan Keyakinan Umat Beragama

Namun mengingatkan pada Kapolri Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian, agar terus menerus mendisiplinkan anggota kepolisian agar menjalankan tugas yaitu melindungi warga negara Indonesia. Kepolisian juga harus menangkap dan memproses hukum pihak-pihak yang melakukan kekerasan, intimidasi secara langsung maupun yang melakukan ujaran kebencian di internet.

Mendesak pada Menteri Kominfo, Rudiantara, untuk segera menutup akun-akun media sosial yang menyebarkan ancaman kekerasan, ujaran kebencian. Bukti-bukti sudah banyak, korban sudah berjatuhan.Tim Trust Positif Kementerian Kominfo mesti lebih cepat bertindak.

Baca juga :  Adian Napitupulu Dilarang Diskusi di Bina Graha

Sereida Tambunan bersama dengan Sekretaris Jenderal Abi Rekso DPN Pergerakan Indonesia, juga Mendesak Menko Polhukam, Jenderal (Purn) Wiranto, untuk segera melakukan penataan nilai-nilai Pancasila dan Kebangsaan terhadap organisasi-organisasi liar yg selama ini bertindak anti-Pancasila dan mengganggu kerukunan NKRI, “pungkas Sereida.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita