oleh

Pangdam II Sriwijaya : Sumsel Masih Dalam Kondisi Baik dan Aman

Kolom:Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang :  Provinsi Sumatera Selatan hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali oleh karena itu masyarakat jangan terprovokasi dan menjadi kewajiban semua untuk menjaganya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen Sudirman tentang kondisi Sumsel disela kegiatan Pelantikan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2016-202, di Griya Agung Rabu (26/10).

Masalah lingkungan strategis, kejadian internasional akan mempunyai dampak kepada Sumsel. Dampak itu karena ketersediaan energi yang membuat negara yang berkuasa akan melirik negara yang mempunyai energi.

Baca juga :  FKPT Gelar Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme

“Keadaan internasional yang berdampak kepada Indonesia khususnya Sumsel seperti ISIS, ketegangan Korea utara dan selatan, perebutan wilayah China dan Philipina,” jelasnya.

Pangdam menambahkan, situasi Regional yang terjadi misalnya masalah perbatasan dimana patok batas saling tumpang tindih, penyanderaan oleh Abu Sayyaf. Hilang 2 kontainer yang berisi senjata di Timor Leste yang kemungkinan akan diselundupkan ke Indonesia.

“Sementara untuk politik dalam negeri adalah masalah pilkada. Untuk wilayah Sumsel dalam pelaksanaan pilkada serentak hanya Kabupaten Musi Banyuasin. Di Sumsel relatif terkendali tetapi mesti waspada karena bisa jadi terpengaruh dari daerah lainnya,” Dia mengingatkan..

Baca juga :  Nono Sukarno : Veteran merupakan Pejuang Perang Yang Melawan Pasukan Asing

Lanjut Mayjen Sudirman, ancaman lain beredarnya senjata api di Sumbagsel yang produksinya berasal dari Mesuji.
Sekarang zamannya perang proxy war dengan cara menyelundupkan narkoba ke Indonesia sehingga membuat generasi muda menjadi lemah.

Hal yang sama disampaikan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Joko Prastowo keadaan Sumsel juga tidak lepas tepengaruh oleh daerah sekitarnya.

“NKRI tidak akan hancur oleh kriminal yang banyak akan tetapi NKRI akan hancur oleh proxy war. Proxy war yang saat ini bukan karena negara kita mempunyai musuh tetapi melalui narkoba,” pesannya.

Kapolda menyampaikan, masalah senjata rakitan setiap hari dirazia, tetapi beberapa bulan saja sudah banyak lagi.
Sumsel terkenal dengan senjata rakitan oleh karena itu saya berpesan kepada anggota kalau bertemu dengan pengguna sempira dia dahulu atau kamu dahulu yang menebak.

Baca juga :  BI Diharap Terus Jaga Sinergitas Dengan Pemprov Sumsel

“Selain itu kejahatan begal, tunggu saja akan kita bentuk tim untuk mengejar mereka. Untuk Asian Games nanti kita menyiapkan 5.966 personil yang akan dibekali dengan kemampuan berbahasa Inggris,” tegasnya.

Secara umum Sumsel dapat dikendalikan tetapi tidak mungkin tidak ada masalah, Ia mencontohkan dalam keluarga saja ada masalah. Kapolda berharap masyarakat menjaga keadaan sekarang yang sudah baik seperti kerukunan , kekompakan. (juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita