oleh

Pasar Cinde Segera Direvitalisasi Awal 2017 Mendatang

Kolom:Ekonomi, Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang :  Pengerjaan revitalisasi Pasar Cinde dipastikan segera dimulai pada awal tahun 2017 dan selesai sebelum perhelatan akbar Asian Games 2018.

Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yohanes H Toruan saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (3/11). menjelaskan hasil rapat hari ini mengenai usulan solusi desain pengembangan pasar Cinde yang juga merupakan tindak lanjut dari rapat yang pernah digelar pada bulan Oktober lalu.

Menurutnya segala sesuatu yang dibutuhkan dalam revitalisasi Pasar Cinde terselesaikan pada 8 November 2016 mendatang.

Baca juga :  Deputy I INASGOC Kaget, Persiapan Sumsel Lebih Matang

Untuk itu, jelasnya, Pemprov Sumsel mengumpulkan instansi terkait, seperti Disbudpar Sumsel, dan Disperindag Sumsel untuk melihat persiapan yang sudah ada jelang 8 November, sekaligus PT Magna Biatum yang mengajukan design pengembangan.

“Ternyata tim kajian belum melakukan tugasnya,” ungkapnya

Pada awalnya, lanjutnya, tim kajian belum melaksanakan tugasnya, karena terkendala dengan belum adanya anggaran. Saat ini, Pemprov Sumsel telah menyediakan anggaran sekitar Rp 300 juta, yang diperuntukan bagi tim kajian.

“Alasanya tim kajian belum ada dana. Padahal waktu itu, dana bisa talangi dulu. Dananya sekarang sudah tersedia di BPKAD sebesar Rp 300 juta,” ungkapnya.

Baca juga :  Kejurnas Tenis Kajari Cup 2019 Resmi Dibuka

Yohanes juga mengatakan, rencana revitalisasi akan tetap dikerjakan dengan seluruh persyaratan yang diperlukan. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya menyiapkan segala persyaratan, termasuk hasil dari tim kajian cagar budaya.

“Kalau ada hal-hal yang harus dipenuhi, tetap dipenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, pemancangan atau revitaslisasi pasar Cinde akan dimulai pada Januari 2017, dengan target selesai Agustus 2018 sebelum berlangsungnya Asian Games 2018.

“Januari 2017 mulai dipancang, Agustus 2018 bisa selesai, dan yang tetap dipertahankan tiang cendawan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan tim kajian cagar budaya akan segera menyelesaikan hasil kajiannya. “Kajian sedang jalan, batasnya 8 November,” tutupnya. (juwita).

Baca juga :  Light Rail Transit (LRT) Palembang Digelontorkan Dari Sindikasi Enam Bank Dan Lembaga Keuangan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita