oleh

PBF Bedah Kasus Pasar 16 Ilir

Kolom:Peristiwa|43 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dalam membedah kasus yang ada di pasar 16 ilir kota Palembang, Palembang Brother Forum (PBF) mengadakan seminar hukum tentang konflik di pasar 16 Ilir kota Palembang. Kegiatan ini diadakan di hotel Classie, Rabu (12/04).

Ketua PBF, Deni Tegar mengungkapkan, kegiatan ini diadakan dengan menghimpun tokoh-tokoh di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang maupun yang ada di luar untuk membangun kota Palembang kedepan lebih baik lagi.

“Forum-forum seperti ini akan diadakan rutin, dengan tujuan untuk mencapai apa yang dikehendaki oleh masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan” ujarnya.

Baca juga :  Herman Deru Ingin Sumsel Sepenuhnya Bisa Teraliri Listrik 

Lanjut Deni, untuk hari ini fokus terhadap konflik di pasar 16 karen dari tahun 1994 sampai sekarang keluhan dari pedagang, dari pemilik toko, sampai ada BOT dan operasi sampai sekarang belum tuntas.

“Inilah yang akan ditindaklanjuti, berharap nantinya akan bertemu dengan pak Walikota Harnojoyo, Pemerintah kota, anggota DPRD, untuk menyelesaikan masalah ini. Nanti akan disimpulkan dan berharap bisa bertemu dengan walikota langsung,” urainya.

Lanjut Deni, acara ini kedepan akan dibuat setiap bulan supaya kota Palembang bisa lebih maju, mulai dari kemacetan, banjir, agar kota Palembang tercipta kedamaian, kerukunan, dan ketentraman, tegasnya.

Baca juga :  Taufik Husni Jabat Ketua IPHI Sumsel Periode 2016-2021

Acara ini dihadiri oleh ketua PHRI Sumsel Herlan Asfiudin, kepala Dinsos Sumsel Belman Karmuda, Duta Anti Narkoba Lury Elza Alex Noerdin, pembicara Roro Rina Antasari selaku Purek III UIN Raden Fatah Palembang, Kholijah selaku dosen Fakultas Syariah dan hukum, serta H.Wijaya selaku dosen FISIP UIN Raden Fatah Palembang.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita