oleh

Peduli Lansia, Ini yang Dilakukan TP PKK Sumsel

Kolom:Peristiwa|28 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Ketua TP PKK Sumsel, Feby Deru dan Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel, Fauziah Mawardi menyempatkan diri untuk berkunjung ke Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita, Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (10/06).
Kehadiran rombongan itu ke Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita sebagai implementasi memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei. Ini sekaligus sebagai wujud kepedulian terhadap orang lanjut usia, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.
Dalam kunjungan itu, rombongan TP PKK Provinsi Sumsel memberikan bantuan berupa masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, minyak kayu putih, cairan desinkfektan, handuk, susu, biskuit, TV LED, dan bantuan 100 Al-Quran.

Dikatakan Feby, PKK Sumsel bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel pada masa pandemi Covid-19 ini kembali mewujudkan kepedulian kepada masyarakat khususnya para lansia.

Baca juga :  Antusias IKABES Menyambut Gubernur Alex Noerdin

“Kita terus menunjukkan perhatian dan kepedulian bagi masyarakat, kali ini kepada para lansia sebagai wujud peringatan hari lansia yang saban tahun diperingati setiap tanggal 29 Mei. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan ini bermanfaat dan bisa dipergunakan sebaik mungkin,” katanya.

Ia juga berharap apa yang dilakukan TP PKK Sumsel bisa menjadi trigger bagi PKK kabupaten/kota se-Sumsel dalam melaksanakan kegiatan dan tugas serta program kerja PKK.

“Memang selama pandemi Covid-19 ini, kegiatan menjadi terbatas. Ada skala prioritas yang harus dilakukan. Harus bisa memilah dan memilih. Jangan lantas vakum sama sekali tanpa ada kegiatan dan program kerja,” ungkapnya.

Baca juga :  Gotong Royong Terhadap Program JKN-KIS Dengan Gerakan Dua Ribu Perhari

Di panti sosial ini diketahui ada 80 orang penghuni, terdiri dari 35 orang laki-laki dan 45 orang perempuan. Sebagian masih memiliki keluarga dan dititipkan di panti tersebut, namun tak sedikit juga yang tak lagi memiliki keluarga.

Sementara itu, penghuni panti dengan sapaan akrab Nenek Dayat, mengatakan sangat bahagia keinginannya untuk menonton televisi di saat senggang sore hari tak hanya sekedar mimpi belaka.

“Makasih Bu. Lah lamo pengen biso nonton TV. Sekarang dengan bantuan TV dari Ibu, kami penghuni panti biso nonton,” tukas dia dengan senang. Rip

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita