oleh

Pelaksanaan Bonn Challenge Diundur Hingga April

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Bonn Challenge yang rencananya bakal digelar februari mendatang diundur hingga akhir maret atau awal april. Hal ini dikarenakan provinsi Sumatera Selatan ingin lebih mematangkan persiapan sebagai tuan rumah.

Dikatakan,  Plt Sekretaris Daerah Sumsel, Djoko Imam Santosa Provinsi Sumsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan internasional Bonn Challenge ke 4 yang akan  dihadiri lebih dari 30 negara di Asia Pasific.

“Keberhasilan kita ditahun 2016 mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan memiliki lahan gambut 20 hektar yang sudah direstorasi membuat kita dipercaya menjadi tuan rumah Bonn Challenge,” ujar Djoko Imam Sentosa, disela kegiatan jumpa pers di ruang rapat Bina Praja pemprov Sumsel, Jumat (13/1).

Baca juga :  Halalbihalal dengan ASN Pemkot Pagaralam, Gubernur Sumsel Berpesan Ini

Menurut Djoko,  Bonn Challenge merupakan  suatu inisiatif retorasi lanskap yang kritis terbesar di dunia. Targetnya sendiri  untuk merestorasi lahan degradasi dan kritis 150 juta hektar sampai tahun 2020 serta 200 juta hektar pada tahun 2030. Sampai saat ini sudah direstorasi 50juta hektar di Amerika Serikat, Ruanda, El Savador, Kosta Rika, Barazilia, Guatemala, Kongo, Uganda, Kolombia dan Ethiopia.

“Kegiatan BC akan dilaksanakan pada akhir Maret atau awal bulan April 2017,” tambah dia.

Lanjutnya, dalam kegiatan Bonn Challenge ini ada dua yakni pertama peninjauan lapangan (field trip) di daerah sepucuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, daerah ini di pilih karena sudah ada sekitar 20 hektar lahan yang sudah direstorasi, kedua adalah meeting internasional yang akan diadakan di Griya Agung.

Baca juga :  Kemenag Sumsel Qurban 15 Ekor Sapi

“Meeting ini sangat terbatas karena highs level, dihadiri oleh berbagai menteri yang akan berlangsung di Griya Agung,”


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita