oleh

Pemprop Sosialisasi Asian Games di Lubuk Linggau

Kolom:Peristiwa|5 kali dilihat

NuansaKita – Lubuklinggau : Ribuan masyarakat dari tiga daerah sekaligus diantaranya Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara antusias menghadiri sosialisasi Asian Games, di GOR Megang Lubuk Linggau (10/03).

Sosialisasi ini dihadiri sekitar 7000 masyarakat dari berbagai kalangan diantaranya Pelajar, Mahasiswa, PNS Guru, dan tokoh masyarakat. Sosialisasi ini terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, karena banyak yang belum paham apa tujuan dan manfaat dari Asian Games, terlebih masyarakat yang ada di daerah.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menuturkan, suksesnya Asian Games perlu didukung seluruh lapisan masyarakat Sumsel. Dukungan tersebut dapat tepat sasaran kalau seluruh masyrakat Provinsi Sumsel mendapat pemahaman secara terperinci mengenai pesta olahraga international dari 45 negara Asia dimana terdapat macan dunia yakni Jepang, Korea dan China.

Baca juga :  Pemprov Sumsel Bentuk Tim Terpadu Terkait Sengketa Lahan Desa Rantau Bayur

“Untuk apa jauh-jauh sosialisasi ini. Tujuan sosialisasi ini supaya masyarakat dan rakyat tahu bahwa hanya Jakarta dan Palembang yang menjadi tuan rumah Asian Games,” ujarnya.

Lanjutnya, Asian Games ini bukan tujuan melainkan alat untuk mencapai tujuan. Setidaknya karena Asian Games Provinsi Sumsel menyerap dana melebihi APBD yakni mencapai Rp 68 Triliun untuk infrastruktur, pembangunan venue dan sebagainya.

“Inilah hebatnyo kito (Provinsi Sumsel) bangun idak make duet dewek,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Dikatakan Alex, Asian Games 18 Agustus -02 September mendatang berhasil direbut oleh Provinsi Sumsel sebagai tempat penyelenggaraannya, karena modal utama dan terutama adalah Provinsi Sumsel adalah provinsi yang aman dan damai.

Baca juga :  Pengerjaan LRT di Sungai Musi, Waskita Fokus Pemasangan Parapet

“Sudah diakui dunia, Alhamdulillah tidak ada kerusuhan antar etnis, budaya apalagi kerusuhan antar umat beragama di Provinsi Sumsel. Modal utama pertama adalah zero konflik. Bangga kita masyrakat Provinsi Sumsel,” katanya.

Selain Zero Konflik, lebih jauh Alex mengungkapkan modal kedua adalah Provinsi Sumsel memiliki segudang pengalaman menyelenggaraan event berkelas Asia, Asia Pacifik bahkan dunia. Dijelaskannya secara rinci, mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu hampir 40 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC.

Ketiga modal yang dimiliki Sumsel, tambah Alex adalah Provinsi Sumsel miliki Jakabaring Sport City kota olahraga berskala international dilengkapi dengan venue yang terintegrasi dan berstandar international.

Baca juga :  Serikat Pekerja Laporkan Manajemen PT. Muba Link ke Polresta

“Kita rakyat Sumsel ini bersatu dalam kesatuan, dan ridho Allah, Alhamdulillah saat ini Provinsi Sumsel adalah provinsi yang paling diperhitungkan. JSC bisa kita adu bisa kita bandingkan tidak ada di tempat lain venue yang sangat lengkap terletak di dalam satu hamparan di tengah-tengah kota,” tambahnya.

“Pembangunan infrastruktur besar-besaran di Provinsi Sumsel mulai dari Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, tiga ruas jalan tol, Musi IV dan Musi VI, Rumah Sakit, fasilitas air bersih, kapasitas perluasan bandara, underpas/flyover dan lainnya itu semua berasal dari APBN dan penyertaan modal negara,” tukas dia. Rip

 


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita