oleh

Pemprov Ajak Pramuka Sosialisasi Program Sumsel Sehat

Kolom:Peristiwa|24 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pemerintah provinsi Sumatera Selatan menggandeng semua pihak untuk merealisasikan program Sumsel sehat dan hidup bersih.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Sumsel, Lesty Nurainy menjelaskan, kesehatan merupakan hak fundamental setiap manusia. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab semua pihak agar hak ini dapat diperoleh semua rakyat, tanpa terkecuali.

“Ada beberapa potensi untuk mendukung keberhasilan program-program kesehatan. Dalam kelompok masyarakat ada kelompok usia remaja-muda, karena kelompok usia ini menerima dan mengolah informasi dengan cepat dan tanggap, mudah mengembangkan keterampilan, serta dapat menggerakkan orang lain,” urainya disela kegiatan Rapat Koordinasi Saka Bakti Husada (SBH) Tingkat Kabupaten/Kota se-Sumsel Tahun 2017 di Hotel Horison Ultima, Jumat (24/03).

Baca juga :  Komitmen Berantas Investasi Bodong, Sumsel Melalui OJK bentuk Tim Satgas Waspada Investasi

Oleh karena itu, pemerintah membidik Gerakan Praja Muda Kirana (Pramuka) sebagai mitra potensial dalam pembangunan kesehatan.

Pada tanggal 17 Juli 1985, Departemen Kesehatan bersama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, membina sekelompok generasi muda di Indonesia dalam bidang kesehatan melalui pembentukan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada).

“Tujuan pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya,” kata dia .

Baca juga :  Gubernur Pantau Protokol Kesehatan Shalat di Masjid Agung Palembang

Ia menambahkan, Saka Bakti Husada juga berperan sebagai pelopor hidup sehat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya, sejalan dengan tujuan Pembangunan kesehatan, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.

“Kami memberikan Pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan secara extrakurikuler agar ada kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat serta menularkannya kepada masyarakat,” ucapnya.

Kepengurusan SBH sudah ada di 13 kabupaten/kota sedangkan sebanyak 4 Kabupaten/kota lainnya seperti kabupaten Pali, Empat Lawang, OKU Timur dan Muratara, yang rencananya akan dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan pada bulan April 2017.

Baca juga :  Dapur Umum Untuk Warga Miskin Baru Terdampak Covid-19 Mulai Beroperasi

Sementara itu Wakil Kwarda Pramuka Sumsel, Rusli Nawi mengatakan, SBH merupakan koordinasi Pramuka dengan pemerintah.

“Kita bekerjasama dengan pemerintah menggalakkan hidup sehat dan bersih. Saat ini ada 6 kabupaten yang terlibat, InsyaAllah dengan 3 kali kegiatan sudah selesai,” ucapnya.

Pada dasarnya Pramuka dan para medis sudah mengabdi. Pramuka dan para medis disetiap cabang dari desa ke desa jadi akan disinkronkan.

“Antara perawat, bidan dan dokter dengan tenaga pramuka akan di sikronkan, karena itu pasti akan sama mereka dibidang medis dan pramuka dengan keterampilan khusus,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita