oleh

Pemprov Sumsel Tetap Komitmen Dukung Proyek Tol Kapal Betung

Kolom:Peristiwa|46 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Kelanjutan proyek pengerjaan pembangunan jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) kembali menjadi pembahasan kali ini dibahas Pemerintah Provinsi Sumsel dengan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di ruang rapat Sekda Pemprov Sumsel, Kamis (25/07).

 

Dalam diskusi dengan tim dari KPK tersebut, Sekda Sumsel Narun Umar menegaskan, proyek pembangunan tolKapalbetung merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh BUMN. Meski ini proyek pusat, Pemprov Sumsel tetap komitmen untuk menjadi fasilitator dalam rangka mendukung pembangunan tol Kapal Betung yang nantinya diharap ruas tol ini dapat menjadi solusi dalam mengurai kemacetan diruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera yang saat ini dalam kondisi terbilang padat.

 

“Proyek ini adalah Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan oleh BUMN, tetapi Pemprov Sumsel tetap untuk menjadi fasilitator pembangunan tolKapalbetung,” tegas dia.

 

Ditegaskan dia, sesuai dengan komitmen Gubernur Sumsel saat memimpin rapat proyek tol Kapal Betung beberapa waktu lalu  menyebutkan, sepanjang ada kewenangan daerah Pemprov Sumsel akan berupaya membantu dan mendukung terwujudnya pembangunan tol Kapal Betung agar dapat dirampungkan sesuai dengan jadwal yang telah direncakan sebelumnya.

 

“Pak Gubernur tetap berkomitmen untuk membantu dan mendukung upaya-merealisasikann pembagunan proyek tol Kapalbetung ini agar dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan,” imbuhnya.

 

Ia menegaskan, adanya penundaan pengerjaan tol Kapal Betung diduga karena ada sejumlah persoalan dari pihak kontraktor yakni PT Waskita. Meskipun demikian, ia menyebutkan Pemprov akan melakukan sejumlah langkah mengingat setiap pembangunan jalan tol tidak terlepas dari masalah pembebasan lahan dan sejenisnya.

 

“Kita tau setiap pembangunan tol  pasti berkaitan dengan masalah eksekusi lahan, oleh karena itu  jika ada masalah yang tidak bisa di selesaikan kontraktor terkait dengan lahan, baru kita diminta untuk membantu,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Finda : Pemukiman Kumuh Perlu Pembenahan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita