oleh

Pemuda SulSel di Palembang Mengecam Tindakan Refresif Aparat Kepolisian

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pemuda Sulawesi Selatan yang ada di Palembang mengutuk keras tindakan aparat Kepolisian yang melakukan tindakan eksekusi paksa terhadap asrama Mahasiswa/i Sulawesi Selatan Latimojong di Bogor, yang mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan terhadap mahasiswa yang mempertahankan asrama tersebut, jumat (28/4)

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Asri dalam releasenya. ia menilai tindakan pengadilan negeri Bogor tidak obyektif dan seakan akan pengadilan dalam tekanan pihak tertentu sehingga terkesan terburu buru melakukan penggusuran.

Selain itu juga, Tindakan aparat kepolisian sudah sangat berlebihan, padahal harusnya polisi menunda eksekusi karena pemerintah sulawesi Selatan masih melakukan upaya hukum yaitu peninjauan kembali karena adanya novum baru terkait sengketa kepemilikan lahan tersebut.

Baca juga :  Gubernur Deru Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sindang Panjang

Seperti yang disampaikan oleh mantan ketua Hakim Agung RI M.Yahya Arahap.SH. bahwa Undang – Undang menunda atau menghentikan eksekusi suatu sengketa jika penerapannya secara ”kasuistik” dan ”eksepsional” termasuk dalam keadaan yang mendasar dan beralasan PK. Selain itu, alasan penundaan juga diatur dan ditentukan UUMA nomor 14 thn 1985 sebagaimana telah di ubah dangan UUMA No 5 tahun 2004. Maka rencana mengeksekusi atau mengambil alih secara paksa wisma mahasiswa latimojong bisa di tunda sembari menunggu proses PK.

Baca juga :  Bank Milik Daerah di Sumsel Dievaluasi Kinerjanya

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita