oleh

Perang Dagang Dibalik Kampanye Negatif Minyak Kelapa

Kolom:Peristiwa|24 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Ardi Simpala dari Sahabat Kelapa Indonesia (SKI) menduga ada motif ekonomi atau perang dagang terkait kampanye negatif terhadap minyak kelapa. senin (19/6)

Ada tulisan yang menjelekkan dan menuding minyak kelapa sebagai sumber kolesterol jahat muncul di dua media barat, BBC dan USA Today. Di media nasional muncul pula satu pemberitaan.

Kembali terulang. Kampanye ini pernah terjadi di tahun 80an dan sukses merusak pasar minyak kelapa global. Dampaknya terasa hingga kini, sektor hulu dan hilir kelapa amburadul. Banyak pabrik minyak kelapa kita bangkrut dan petani kelapa yang sempat makmur berjaya jatuh miskin. Luas kebun kelapa yang terus berkurang dan terbengkalai tidak terawat adalah dampak tidak langsung kampanye tersebut.

Baca juga :  Open House, Warga Antusias Sambangi Gubernur ke Griya Agung

Tapi menebak adanya motif ekonomi dibelakang kampanye ini tidak sulit. Terbukti dengan keterlibatan ASA (American Soybean Association) yang berusaha mengamankan industri minyak sayur national disana.

Upaya menekan ketergantungan minyak tropis (kelapa dan sawit) di Amerika Serikat sudah pernah dilakukan dengan pemberlakuan pajak impor 3% tahun 1934, oleh USDA disebut untuk memproteksi industri minyak sayur domestik

Ada hal yang aneh memang, kampanye negatif ini kembali muncul saat permintaan pasar global produk kelapa mulai bangkit. Juga bersamaan dengan serangan yang gencar terhadap minyak sawit Indonesia, tegasnya.

Baca juga :  Dukung Produktivitas Perekonomian, Gubernur Sumsel Bagi-Bagi APD ke Pasar Sungsang

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita