oleh

Perekonomian Indonesia Kuat, Jika Ekonomi Kerakyatan Produktif

Kolom:Ekonomi, Peristiwa|30 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Perekonomian Indonesia akan memiliki fundamental yang kuat jika ekonomi kerakyatan telah menjadi pelaku utama yang produktif dan berdaya saing tinggi. Salah satu faktor pembangunan ekonomi kerakyatan yang memegang peranan penting dan strategis adalah pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Peran UMKM mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat karena berdasarkan pengalaman menunjukkan bahwa UMKM juga memiliki ketangguhan terhadap goncangan perekonomian global. Hal ini disampaikan oleh Armansyah selaku Dirut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan sarana rakyat (Pasar) kota Palembang saat acara Lokakarya Pihak Eksekutif Dengan Pelaku Usaha di Grand Atyasa, Kamis (01/12).

Baca juga :  Model PSR Muba, Andalan Program Kerja Hasil Munas Gapki X di Jakarta

Arman mengatakan, BPR ini menyalurkan bantuan permodalan kepada UMKM, dengan syarat adanya usaha, usaha sudah berjalan minimal 2 (dua) tahun, dan secara fisik ada kegiatan penjualan yang berjalan dengan lancar. Untuk angsuran kreditnya pun terhitung sangat meringankan bagi usaha kecil.

” Untuk Peminjaman modal UMKM ini disebut dengan kredit mikro, dengan bunga angsuran pengembalian perbulan tidak sampai 1% yakni hanya 0,75% jadi tidak memberatkan dalam pengembalian modal. Sampai sekarang ada 100 UMKM yang ikut bekerjasama dengan BPR di kota Palembang.

Baca juga :  Pemprov Sumsel Ajak Masyarakat Sinergikan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Tradisional

Arman menambahkan, kalau kedepan UMKM ini dapat berkembang, tumbuh, berkontribusi membantu mengembangkan ekonomi kerakyatan di Sumsel.

Handayani selaku asisten II mewakili Walikota mengatakan, UMKM juga memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja yang besar, membuka peluang berusaha dan dapat mewujudkan peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat.

Menurut Handayani, dengan UMKM yang kuat maka struktur ekonomi menjadi kokoh yang berperan besar dalam peningkatan ekspor dan pengendalian impor, serta tumbuh dan berkembang pada basis kemampuan sendiri.

Lokakarya di ikuti sebanyak 160 orang peserta terdiri dari pelaku usaha UMKM disetiap kecamatan se kota Palembang dengan nara sumber dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Badan Penanaman Modal dan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan Sarana Rakyat kota Palembang. (Desta)

Baca juga :  KPK, Lomba Masak Pempek Untuk Perkenalkan Palembang di Internasional

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita