oleh

Pergunu Pertanyakan Gaji Guru Honorer Masih Molor

Kolom:Peristiwa|20 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan kenapa gaji guru honorer tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumsel telah peralihan wewenang dari kabupaten/kota ke provinisi.

Dikatakan Ketua Pergunu Sumsel, Ahmad Zainuri, keterlambatan gaji guru honorer SM dan SMK di Sumsel mulai januari lalu tidaklah wajar dan sangat disayangkannya. Menurutnya, ribuan guru yang mengantungkan kehidupan sehari-hari akan kebingungan harus makan dan memenuhi biaya hidup pakai uang dari mana. “Bagaimanapun, gaji ribuan guru honorer tersebut tetap harus dibayarkan, dan dirapelkan karena mereka membutuhkan uang gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” kata dia, Kamis (18/05).

Baca juga :  Belman Karmuda : Gerakan Bhineka Tunggal Ika Perkuat Persatuan

Zainuri menyesalkan, gaji guru honorer yang terbilang kecil dan berkisar antara Rp 500.000 per bulan tersebut dan harus melakukan pekerjaan dan memiliki keawajiban yang sama bahkan lebih berat dari guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus rela hak gajinya ditunda selama lima bulan sejak Januari lalu. “Kita ingin pihak terkait untuk mencarikan formula perncairan gaji secepatnya. Kasihan dengan ribuan guru honorer ini, bagaimana mereka mau makan,” tambahnya.

Menurutnya, pada dasarnya secara prosedural biaya penggajian guru sudah diusulakn dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) setahun sebelumnya. Dengan demikian, seharusnya sudah ada jalan keluar dari permsalahan yang membuat nasib dan hak guru honorer tertunda hingga saat ini.

Baca juga :  Tiga Hal Ini Jadi Fokus Pemerintah dan TP PKK

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Widodo mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mencari formula pencairan gaji guru honorer SMA dan SMK yang tertunda sejak lima bulan lalu. “Kendalanya jumlah guru honorer itu bertambah terus jadi kita harus melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk mengatahui kebenarannya,” ungkanya.

Selain itu, tambah Widodo, untuk gaji guru PNS saat ini masalah gajinya sudah terselesaikan. namun, diakuinya, untuk gaji guru honorer masih tertunda karen berbagai kendala yang ditemukan. “Kita terus usahakan mencari jalan keluarnya, bahkan kita ingin gaji guru honorer SMA dan SMK bisa dikeluarkan dalam bulan Mei ini. namun kita masih mencari jalan keluarnya,” tukasnya.

Baca juga :  RRI Diminta Gencarkan Sosialisasi  Pencegahan Covid-19 di Sumsel

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita