oleh

Peringatan Hari Ibu ke-91 di Sumsel, Ini Pesan Herman Deru

Kolom:Peristiwa|14 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Ojo Kemajon. Istilah Jawa yang bisa diartikan jangan terlalu berlebihan/melampui batas itu dilontarkan Gubernur Sumsel, Herman Deru di hadapan tamu undangan yang hadir pada puncak peringatan Hari Ibu ke-91 Provinsi Sumsel, di Griya Agung, Rabu (18/12).
Menurutnya, sah-sah saja jika perempuan masa kini menuntut emansipasi dan persamaan gender. Namun sebagai wanita, para ibu tetap tak boleh melupakan kodratnya.
“Jangan lagi perdebatkan soal persamaan gender dan emansipasi karena semua sudah sama sekarang. Wanita sudah berkarya di semua bidang mulai dari ekonomi, politik bahkan pertahanan tapi Ojo Kemajon. Harus tetap ingat kodrat, Ibu adalah istri dan juga madrasah bagi anak-anaknya maka. Keberhasilan anak-anak dan generasi itu ada dalam keluarga, terutama ibu. Tidak ada orang yang hebat tanpa keluarga tanpa peran ibu,” jelasnya.

 

Saat ini, katanya, tantangan kaum ibu juga ikut beeubah seiring perkembangan teknologi. Kalau zaman dulu ibu-ibu masih banyak yang harus banting tulang memberikan pangan bagi anak-anaknya kini perlahan bergeser.

 

“Tantangan berubah sekarang adalah eranya digital. Jadi ibu bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan anak saja tapi juga harus extra mengontrol anak menggunakan ponsel, medsos dan lainnya. Dengan adanya keterbukaan IT ini, semua itu menjadi pekerjaan juga buat kita,” jelasnya.

Perkembangan dunia yang semakin maju juga diakuinya semakin mengubah cara edukasi yang dilakukan para orang tua pada anak-anak mereka. Saat ini edukasi tak cukup hanya dengan slogan.

“Terpenting adalah menjadi contoh dulu. Sehingga ibu-ibu harus juga mengubah pola edukasi ke anak-anak mereka dengan memberikan contoh yang baik,” tukas Herman Deru. Rip
Baca juga :  Potensi Karhutla Lebih Tinggi di 2017, Agung Hardjono Ajak Semua Pihak Cegah Sejak Dini

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita