oleh

PKK Sumsel Gelar Pelatihan Barzanji

Kolom:Peristiwa|15 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Ketua TP PKK Sumatera Selatan (Sumsel) Febrita Lustia Herman Deru melalui pokja 1 (kelompok kerja) menggelar pelatihan barzanji yang diperuntukkan bagi para majelis taklim di Kota Palembang, di Griya Agung, Jum’at (06/12).

 

Pelatihan ini digelar juga dalam rangka pengajian rutin bulanan. Dalam sambutannya di hadapan para ibu anggota majelis taklim, Feby menegaskan, pengajian rutin pada bulan ini dilaksanakan dengan belajar barzanji. Barzanji adalah suatu doa atau pujian dan riwayat Nabi Muhammad Shallallahi Alaihi Wassalam yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada.

 

“Isinya bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad Shallallahi Alaihi Wassalam dimulai dari silsilah keturunan, sifat-sifat mulianya hingga berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Tradisi ini biasanya dilakukan pada bulan Maulid atau setiap momen penting tasyakuran, pernikahan, kelahiran anak, menjelang keberangkatan haji dan sebagainya,” jelas dia.

 

Kedepan, ia berharap tradisi ini menjadi spirit beragama bagi kaum muslim dan dilestarikan di setiap waktu dan di mana pun. Sebab hal ini menjadi bukti akan kecintaan sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahi Alaihi Wassalam.

Hadir sebagai narasumber dan penceramah pada pengajian rutin dan belajar barzanji adalah Ustad Iskandar Zulkarnain yang memberikan pencerahan dan pemahaman tentang budaya Al Barzanji dalam tradisi masyarakat Sumsel.

Baca juga :  Penetapan New Normal Harus Sesuai Kajian Ahli Epidemiologi

Dalam ceramahnya, Ustad Iskandar Zulkarnain mengatakan barzanji pada intinya adalah puji-pujian kepada Nabi, yang dilakukan 3 orang sahabat Nabi yang selalu memuji dan membacakan syair-syair kepada Nabi.

“Di Sumsel ini rata-rata masyarakatnya melaksanakan budaya barzanji. Yang membedakan hanya logat (dialek) daerahnya. Tujuan barzanji untuk mendapatkan sinar (kemuliaan) dari Nabi,” tegasnya.

Menurutnya, budaya al barzanji merupakan satu adat dan tradisi yang baik dan perlu ditingkatkan. Namun harus disertai dengan pemahaman dan arti dari pembacaan al barzanji, karena sejatinya barzanji berisi kisah hidup tentang Nabi.

Baca juga :  Ratas Asian Games 2018 di Istana Negara, Jokowi Minta Persiapan Dilakukan Secara Matang
“Budaya al barzanji mudah-mudahan ke depan tidak hanya berlangsung saat ada event saja, tapi dapat lebih dibumikan di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ustad Iskandar juga menyampaikan pesan kepada para ibu majelis taklim yang hadir mengenai mendidik anak sejak dalam kandungan. Tidak hanya dari asupan gizi, juga dari sisi spritualnya.

“Anak harus didoakan sejak dalam kandungan. Biasakan bagi orang tua terutama ibu untuk melantunkan ayat suci Al Quran. Niatkan yang baik-baik seperti apa kelak anak yang diinginkan,” tukas dia.

Pengajian rutin bulanan ini diikuti secara bergiliran oleh majelis taklim yang ada di Kota Palembang, sedangkan tahun depan akan diikuti secara bergiliran bagi majelis taklim se-Sumsel. Rip

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita