oleh

Polsri Adakan Kompetisi Bangunan, Gedung Dan Jembatan

Kolom:Ekonomi, Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita- Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) mengadakan acara Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) VIII dan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XII di Kampus Polsri Palembang. Acara akan berlangsung tanggal 02-04 Desember 2016.

Tujuan diadakan Kompetisi Bangunan  Gedung  Indonesia  (KBGI)  VIII adalah Mendorong dan menumbuh-kembangkan motivasi (minat) mahasiswa dalam bidang rancang-bangun bangunan rumah tinggal atau gedung dengan memperhatikan unsur kreativitas di dalam desainnya, selain kehandalan di dalam memikul beban lateral serta untuk memperkenalkan penggunaan material baja canai dingin sebagai komponen struktural khususnya untuk bangunan rumah tinggal atau gedung.

Pada ajang KBGI  VIII tahun 2016  ini, beberapa unsur penilaian Kompetisi Konstruksi Bangunan, antara lain meliputi kreativitas di dalam desain dan pengkonstruksian bangunan yang dikompetisikan, dengan tetap memperhatikan aspek kekuatan dan kekakuan bangunan yang dikonstruksi terutama dalam menahan beban lateral, seperti halnya beban gempa  dan beban angin yang  dapat  mengakibatkan  bahaya  bencana terhadap bangunan rumah tinggal atau gedung.

Baca juga :  Alex Noerdin Akan Arahkan Pembuat Senpi Rakitan Menjadi UMKM

Selain itu, aspek keekonomian/kehematan di dalam penggunaan material konstruksi, khususnya material baja canai dingin akan menjadi unsur yang akan dinilai oleh Dewan Juri.

Tema KBGI VIII adalah  “Bangunan Bertingkat Canai Dingin, Kokoh, Ringan, Tahan Gempa, Estetis dan Berwawasan Lingkungan ”

Peserta KBGI VIII adalah Setiap Tim Peserta Kompetisi dari Perguruan Tinggi terdiri dari 3 (tiga) orang mahasiswa/i dan 1 (satu) orang Dosen Pembimbing. Sebagai infrastruktur dari jaringan jalan, jembatan merupakan bagian dari alat peningkatan aktivitas perekonomian baik dalam skala daerah maupun nasional. Pembangunan jembatan sangat membutuhkan pertimbangan teknis, ekonomis, estetika, lingkungan, termasuk metode konstruksinya.

Baca juga :  Ulama Diharapkan Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme

Di sisi lain kebutuhan untuk membangun infrastruktur jembatan selalu meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan tingkat perekonomian bangsa. Variasi infrastruktur jembatan sangat luas, baik ditinjau dari fungsi, material, bentang maupun tipe strukturnya.

Dengan kompleksitas tersebut seorang professional di bidang pembangunan jembatan harus mampu mengetahui dan memahami secara komprehensif proses dan komponennya agar jembatan yang dirancang dan kemudian dibangun dapat berfungsi optimal serta dapat relatif mudah dikerjakan sampai pada tahap perawatannya nanti. Pada tahun 2016 ini, akan diselenggarakan kembali ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XII.

Kompetisi ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan dari kompetisi serupa. KJI XII tahun 2016 diselenggarakan di Politeknik Negeri Sriwijaya pada 2-4 Desember 2016.

Baca juga :  Kemenag Sumsel Gelar Seleksi Petugas Haji Daerah

Pada KJI XII ini  direncanakan akan mengikutkan sertakan finalis sejumlah 18 (delapan belas) tim yang terdiri dari 8 (delapan) Finalis Jembatan Rangka Baja Canai Dingin Pejalan Kaki, dan 10 (sepuluh) model Finalis Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) Pejalan Kaki.

Tujuan Umum Kompetisi Jembatan Indonesia XII sendiri adalah Mendorong dan menumbuh kembangkan kreativitas mahasiswa dalam bidang perancangan, pelaksanaan konstruksi, dan perawatan jembatan.  Sedangkan Tema KJI XII adalah “ Jembatan Kokoh, Ringan, Estetis, Berwawasan Lingkungan, dan Berkearifan Lokal ”. Demikian penjelasan dari ketua panitia pelaksana KBGI VIII dan KJI XII, Arfan Hasan. (sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita