oleh

Progress Pembangunan Rumah Sakit Hewan di Sumsel Capai 80 persen

Kolom:Gaya Hidup, Peristiwa|32 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pembangunan Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Sumsel di Kilometer (Km) 6 Palembang progressnya sudah mencapai 80-90 persen. Selain itu, sebagaian besar fasilitas dan peralatan sudah didatangkan sehingga segera mungkin dapat dilakukan peresmian.

Hal ini diungkapkan kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumsel Amruzi Minha usai menggelar rapat bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Asosiasi Rumah Sakit Hewan Indonesia dihadiri Gubernur Alex Noerdin di Griya Agung Palembang, Jum’at (7/10).

Menurutn Amruzi Minha, RSH Sumsel lengkap dengan fasilitas ini salah satunya ditujukan untuk mempercepat pengembangan ternak khususnya sapi di Sumsel sehingga mensejahterakan para peternak. Kemudian ditujukan juga untuk pelayanan kesehatan bagi hewan peliharaan.

“Peralatannya sebagain besar sudah datang dan diupayakan Desember mendatang bisa dilakukan peresmian oleh Gubernur,” ungkapnya.

Baca juga :  Setara Institute Mendesak Agar Reformasi TNI Dan Polri Dijalankan

Terkait pengelolaan RSH, Amruzi Minha menjelaskan, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama PDHI tentang apa saja yang diperlukan agar bisa segera dilengkapi dan yang pasti RSH ini harus dikelola orang yang memang berkompeten.

“Seperti instruksi Gubernur yang penting bisa berjalan dan dikelola oleh orang yg berkompeten, bila perlu dibuka lingkup kecil dulu, baru kemudian berkembang dan berkembang,” terangnya.

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin mengatakan pembangunan Rumah Sakit Hewan di Sumsel nantinya akan disampaikan pada Badan Layanan Umum (BLU). “Prosesnya kita jalani dulu, tetapi harus dikelola oleh SDM yang mumpuni dan kompeten, tidak harus PNS yang penting terlatih” tegasnya. (juwita).

Baca juga :  6 Tahun Menderita Stroke, Mawarti Menangis Haru Dapat Pengobatan Gratis Gubernur Sumsel

Sementara, Ketua Pengurus besar perhimpunan dokter hewan indonesia, Drh. RD. Wiwiek Bagja. Menurutnya, dengan adanya Rumah Sakit Hewan, bagi masyarakat yang menyukai merawat hewan untuk pangan atau sekedar hobi saja pasti memerlukan tenaga profesional dokter hewan.

“Jadi perencanaan Rumah Sakit Hewan provinsi dan layanannya merupakan satu langkah maju, apalagi di seluruh dunia saat ini masyarakat harus memikirkan keberadaan hewan hidup diantara manusia, apakah aman hewanya?, apakah hewan itu tidak mempunyai penyakit menular dari hewan ke manusia?,” jelasnya.

Jika berkaca dari Jakarta, sambung Wiwiek, orang yang menggunakani monyet untuk pertunjukan topeng monyet sering semena-mena padahal penyakit dari kelompok primata Monyet atau Kera bisa menular ke manusia, itu harus ada orang mendeteksi,” urainya.

Baca juga :  Club Basket Hang Tuah Sumsel Targetkan Kemenangan

Oleh karena itu, masih kata dia, dibutuhkan Rumah Sakit Hewan yang memiliki laboratorium dan sumber daya manusia yang berkompeten. ” Termasuk nanti tugas dokter hewan untuk mengedukasi masyarakat tentang dunia hewan penyakit dan kesehatan,” tegas Wiwiek.

Tetapi, saat ini perkembangan Rumah Sakit Hewan masih diujicobakan, mulai di dalam kita Palembang dan nantinya akan berkembang ke kota lainnya. “Nanti kita lihat kok ada pertumbuhan petshop itu toko-toko yang menjual perlengkapan hewan kesayangan, berarti ada kebutuhan penyediaan. Nah Rumah Sakit hewan juga termasuk menyediakan seperti itu, jadi masyarakat mulai akan memperoleh pelayanan bertingkat,” paparnya. (juwita)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita