oleh

PU Pengairan Sumsel Akan Tambah Kolam Retensi Dititik Rawan Banjir

Kolom:Peristiwa|5 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dinas PU Pengairan provinsi Sumatera Selatan mengaku telah memiliki perencanaan untuk meminimalisir dampak banjir di Palembang dengan membangun kolam retensi disejumlah titik rawan banjir seperti dikawasan Sekip Bendung dan Simpang Bandara. Selain itu ada beberapa titik lainnya juga sedang dalam kajian.

Hal ini bertujuan untuk mengupayakan penanggulangan masalah banjir di Palembang yang sejauh ini belum bisa berjalan optimal sesuai dengan harapan yang diinginkan.

Kolam retensi yang diharapkan sebagai salah satu tempat penampungan air pada saat curah hujan tinggi dan sebagai cara mengurangi banjir, belum bisa dikembangkan secara optimal akibat sejumlah kendala.

Baca juga :  Kemenag Cabut Izin Empat Travel Umroh

Kasubag Program dan Perencanaan Dinas PU Pengairan Sumatera Selatan, Hendri Wijaya, rabu (16/11) mengatakan, agar efektif lokasi pembangunan kolam retensi harus ditempatkan di sekitar daerah rawan banjir. Namun, karena lokasi banjir berada ditengah pemukiman padat penduduk, masalah ganti rugi lahan selalu menjadi masalah karena tingginya biaya pembebasan lahan.

“Untuk daerah pemukiman belum bisa kita lakukan pembangunannya karena biaya pembebasannya terlalu tinggi. Selain itu juga butuh waktu untuk merubah pola pikir masyarakat untuk membuat mereka mengerti pentingnya kolam retensi untuk pengendalian masalah banjir.” Jelas Hendri.

Baca juga :  Staf Ahli Gubernur Babel Lepas Kloter 7 Embarkasi Palembang

Menurut Hendri, karena masalah pembebasan lahan, realisasi pembangunan kolam retensi seperti Sekip Bendung yang seharusnya dimulai sejak tahun 2013 belum dapat dilalukan sampai dengan saat ini.

“Tidak mudah melalukan negosiasi dengan warga. Mereka bahkan merasa lebih baik selalu menghadapi banjir tiap tahun daripada harus menyerahkan lahannya. Tapi kita terus lakukan upaya pendekatan.” Tukas Hendri.

Lebih lanjut ia menambahkan tidak hanya masalah pembebasan lahan, penanggulangan masalah banjir juga terkendala minimnya kawasan resapan air, penyempitan dan penyumbatan saluran air yang dalam penanganan masalahnya membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait.

Baca juga :  Kemenag Sumsel Gelar Seleksi Petugas Haji Daerah

“Kami juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kota sebagai pemilik wilayah, dengan harapan upaya penanggulangan bisa dilaksanakan secara bersamaan,” pungkasnya. (juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita