oleh

Ribuan Perangkat Desa Direncanakan Tercover Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Kolom:Peristiwa|28 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru berencana mengcover seluruh perangkat desa di Sumsel ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya dengan adanya jaminan kematian dan kecelakaan kerja dan hari tua bagi perangkat desa dari BPJS diharapkan pelayan masyarakat tersebut semakin meningkat kinerjanya. Setiap perangkat desa nantinya akan bekerjasama dengan dinas PMD.

“Kita hitung dulu, untuk perangkat desa dan kelurahan sekitar 3.500 belum termasuk Badan Pemusyawaratan Desa dan Majelis Pertimbangan Desa. Nah kalau jumlahnya sudah tahu kita mau sesuaikan dengan postur APBD ke depan,” jelasnya saat menerima audiensi rombongan BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, di Ruang Tamu Gubernur, kemarin.

Baca juga :  Pemprov Siap Atasi Karhutla di Sumsel

Dia mengatakan, ia ingin lebih fokus memenuhi hak-hak pekerja di sektor informal karena perhatian di sektor ini masih sangat minim. Padahal jika dilihat dari resiko kerjanya, pekerja informal justru cenderung memiliki resiko kerja yang tinggi sehingga sangat membutuhkan jaminan seperti ini.

Tidak hanya di bidang sosial, sebelumnya HD juga memastikan telah memberikan jaminan kesehatan bagi warga miskin di Sumsel untuk berobat gratis dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk jaminan ketenagakerjaan ini Pemprov yang bakao memberikan subsidi, tentunya akan disesuaikan dengan APBD,” tambah dia.

Pada kesempatan itu, HD juga berpesan kepada jajaran BPJS Ketenagakerjaan agar bisa lebih tertib menegakkan aturan terutama pada pelaku usaha yang kerap membandel.

Baca juga :  Sumsel Sabet Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Nasional

“Dulu untuk ikut tender syaratnya harus Jamsotek. Nah ini hatus dicek betul, datanya bener gak,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel Arif Budiman mengatakan, sangat senang bisa beraudiensi dengan orang nomor satu di Sumsel. Dengan bertemu langsung, Arif berharap Gubernur dapat membantu mereka memperluas coverage BPJS ketenagakerjaan di Sumsel.

Lalu, mengenai keinginan Gubernur Sumsel mendaftarkan seluruh Perangkat Desa ke BPJS Ketenagakerjaan menurutnya sangat sejalan dengan target mereka saat ini.

“Kalau di sektor formal coverage kita sudah baik. Sekarang fokus yang akan kami sasar memang ke informal seperti buruh harian lepas dan pekerja-pekerja perkebunan,” jelasnya.

Baca juga :  Tuntut Kesejahteraan, Buruh PT. BRK Ogan Ilir Datangi DPRD Sumatera Selatan

Jaminan ketenagakerjaan ini meliputi jaminan kecelakaan kerja dan kematian dan jaminan hari tua. Sejauh ini diakuinya sudah beberapa OPD yang sudah bekerjasama. Sebenarnya lanjut Arif, premi untuk sektor ini hanya Rp16.800/bulan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat dan kegunaannya. Untuk itulah pihaknya terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai sektor ini tak terkecuali ke pedagang-pedagang di Pasar 16.

“Untuk 2018 target pekerja penerima upah sudaj tercapai. nah ini kita ingin sasar ke pekerja yang bukan penerima upah,” tukas dia. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita