oleh

Safari Jum’at ke Masjid Ar-Rozaq, Ini Pesan Gubernur Sumsel

Kolom:Peristiwa|6 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru melakukan safari Jum’at ke Masjid Ar-Rozaq yang berada di kawasan Kelurahan Sungai Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Jum’at (19/06).

 

Di sana, Herman Deru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersyukur. Sebab, kerinduan untuk ibadah secara berjama’ah yang sempat terganggu oleh wabah covid-19 akhirnya kini kembali menuju normal.

 

“Beberapa bulan belakangan, shalat Jum’at ini tidak bisa kita lakukan karena wabah covid-19. Bahkan, saat pemerintah menganjurkan untuk tidak melaksanakan shalat jum’at guna memutus penyebaran covid-19, masih ada masyarakat yang tetap menjalankannya meskipun secara sembunyi. Hal itu membuktikan jika kita haus untuk beribadah secara berjama’ah sekaligus bersilahturahmi seperti ini,” kata dia.

 

Termasuk juga dirinya mengatakan merindukan bersilahturahmi dengan masyarakat lantaran wabah tersebut. “Silahturahmi dengan cara safari Jum’at ini sudah saya lakukan sejak 15 tahun lalu ini juga harus terganggu oleh pandemi covid-19. Namun, saat ini kita sudah bisa beribadah secara berjama’ah walaupun harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam sejarah kehidupan di Sumsel belum pernah terjadi wabah yang sepert ini, meskipun diketahui sebelumnya ada wabah kolera, mers, sars, ebola dan lainnya yang pernah terjadi.

Baca juga :  Jelang Tahun Baru, PLN Pastikan Cadangan Listrik Aman Hingga 42 Persen

“Ini berbeda karena dunia sudah semakin canggih sehingga informasi lebih cepat diketahui masyarakat. Apalagi ditambah dengan adanya berita bohong dan berlebihan yang membuat masyarakat menjadi takut. Jangan jadikan wabah ini untuk mengambil keuntungan, karena efeknya sangat banyak,” bebernya.

Saat ini, katanya, pemerintah sendiri terus memberikan tindakan tegas kepada penyebar berita bohong tersebut. Upaya lainnya pemerintah juga mengeluarkan kebijakan agar daerah menerapkan tatanan hidup baru atau new normal.

“Saat ini kita sedang menata menuju normal baru agar produktifitas tidak terganggu namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita harus sehat sekaligus juga harus produktif,” paparnya.

Baca juga :  Alex Noerdin Jualan di Workshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional

Termasuk juga di masjid, ia mengatakan, harus juga menerapkan protokol kesehatan agar keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan ibadah terjamin.

“Pemerintah tidak membatasi aktivitas keagamaan, namun protokol kesehatan juga harus ketat agar masyarakat nyaman beribadah,” tukas dia. Rip

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita