oleh

SAKIP Terbaik Diluar Pulau Jawa, Sumsel Diganjar Dana Insentif Rp12 Miliar

Kolom:Peristiwa|12 kali dilihat

NuansaKita – Depok : Pemerintah Provinsi Sumsel berkerjasama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Bimtek tersebut diselenggarakan di Hotel Bumi Depok Jawa Barat, Sabtu (19/01).

Sekretris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar ketika dibincangi disela-sela bimtek ini memandang kegiatan tersebut sangat penting , guna memberi pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sumsel agar dapat mempertahankan nilai A seperti sebelumnya.

“Untuk diketahui, Sumsel merupakan provinsi satu-satunya diluar Pulau Jawa yang mendapat predikat sangat baik di Indonesia. Oleh sebab itu pula, saya meminta semua ASN di lingkungan Pemprov Sumsel khususnya kepala OPD bersama-sama menjaga capaian yang membanggakan tersebut,” tegas Nasrun.

Baca juga :  Kakanwil Kemenag Sumsel Lantik Tiga Pejabat Eselon III

Lebih lanjut Nasrun menegaskan bimtek SAKIP merupakan upaya pemerintah daerah mempertahankan A untuk Provinsi diluar pulau jawa. Sedangkan tiga provinsi lainnya Jogja, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Pada tahun 2018 untuk penilaian 2017 SAKIP Provinsi Sumsel adalah A terbaik di Indonesia, diluar pulau Jawa itu baru provinsi Sumsel,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan telah dinobatkannya SAKIP Provinsi Sumsel terbaik, Pemprov Sumsel mendapat apresiasi berupa dana insentif daerah sekitar Rp 12 Miliar.

“Ini kan lumayan. Cukup memberikan arti, dana yang kita peroleh tersebut selanjutnya dapat diperuntukan pembangunan Sumsel, Oleh sebab itu Saya berfikir kedepan SAKIP dengan nilai A harus tetap dipertahankan,” tandasnya.

Baca juga :  Ishak Mekki Tegaskan Jangan Ada Pungli Lagi ditengah Instansi Pemerintah dan Masyarakat

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih, menilai tujuan bimtek untuk meningkatkan kapasitas dari OPD sehingga menimbulkan etos kerja berbasis kinerja atau sering disebut money follow programme, atau diartikan dengan kegiatan strategis yang memang menjadi prioritas untuk mendapatkan anggaran.

“Jadi kalau kerja itu kan pasti ada anggarannya, kalau kita sebut money follow programme. Program itu harus ada kinerja yang dituju, jadi kalau dengan ini namanya pohon kinerja cascading kinerja. Jadi kita fokus untuk mencapai kinerja yang diharapkan,” tuturnya.

Baca juga :  Hadiri Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel, Alex Noerdin Minta Asian Games Didukung

Target lainnya yang hendak dicapai melalui bimtek ini lanjut, Ekowati adalah supaya OPD mulai dari perencanaan itu sudah bicara apa yang mau dikerjakan untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita