oleh

Semua Pihak Harus Sinergi Cegah Karhutla

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan semua pihak terkait di Griya Agung,  (31/05) guna membahas koordinasi mengenai kesiapan dari masing-masing tanggungjawab.

Dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan 2015 tahun lalu, menjadi perhatian tersendiri terutama Gubernur Sumatera Selatan, seperti dalam hal ini Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin didampingi oleh Staf Khusus Gubernur Perubahan Iklim Najib Asmani memimpin langsung rapat penyiapan rencana kerja terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) dan blok kanal kawasan ekosistem gambut, serta persiapan konsilidasi dukungan posko darat.

Rapat ini dihadiri pula oleh Danrem 044 Gapo yang juga sebagai Komandan Satgas Karhutla Sumsel, Kol. Inf. Kunto Arief Wibowo, SKPD dan stakholder terkait lainnya dilingkungan Pemprov. Sumsel. Rapat ini disertakan langsung pemaparan dari program-program yang telah dilaksanakan dari masing-masing stakeholder dan mitra Pemprov Sumsel dalam lingkup pencegahan dini karhutlah.

Baca juga :  Gubernur Sumsel Minta Permahi Tak Apatis dengan Isu-Isu Terkini

Alex mengapresiasi penuh semua yang telah dilaksanakan semua yang terkait dalam tindak langsung siaga dini karhutlah. Dikatakan Alex, rapat ini memang difokuskan untuk tindak langsung pencegahan karhutlah, mengingat tahun 2017 diperkirakan kemarau lebih, lebih panjang dan lebih panas.

Dalam kesempatan ini ditegaskannya pula untuk semua yang terkait dalam tindak pencegahan karhutlah harus bersinergi dan berkoordinasi dalam pelaksanaannya.

“Yang terpenting itu adalah dari seluruh stakeholder manapun yang hadir disini harus bersinergi menggunakan kemampuan aset, metodologi, teknologi, dari peralatan masing-masing untuk disinergikan, dan saya minta Dansatgas karhutlah itu mengkoordinasikan ini,” tegasnya

Baca juga :  Musim Kemarau Landa Sumsel,  Ingatkan Warga Waspadai Bencana Kebakaran

Sementara, Dansatgas Karhutla Kol Inf Kunto Arief Wibowo usai rapat, usai rapat mengatakan ada beberapa pembahasan yang dibahas, pertama pembahasan tentang sinergis dan mengintegrasikan sistem yang ada di dalam pemerintahan daerah maupun ditingkat provinsi.

Kedua mengeksploitasi yang bisa dimanfaatkan dalam program-program yang sudah diselenggarakan yaitu seperti TRG kemudian program-program yang sudah ada melalui program karhutla agar lebih fokus.

Dan kemudian yang ketiga mensinergiskan sistem komunikasi dari mulai yang paling di depan sampai yang paling belakang utamanya menggabungkan sesama kegiatan produk 2016-2017 jadi satu komando pengendalian.

Baca juga :  Pemprov Dorong Inovasi Baru dari Daerah di Sumsel

“Jadi hari ini kita menerima masukan serta menguatkan program yang sudah ada sebagai antisipasi kedepan, sehingga bisa berdampak kepada semua bidang,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan evaluasi pada 2016 dan 2017 Sumatera Selatan masih memimiliki intensitas hujan yang tinggi. Namun tetap acuan dalam persiapan menanggulangi Karhutlah di sumsel adalah 2015,2016.

Kemudian pada 2017 yang dilakukan menurut Kunto adalah memaksimalkan kembali ditahapan pencegahan hingga kelapisan paling bawah, memberikan pemahaman mengenai tidak membakar.

“Kita lebih fokus ke tahap pemberian pemahaman ditahap sebelum kemarau, nanti pada saat kemarau lebih kepada pendekatan patroli,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita