oleh

Sirozi : Segera Putuskan, Karena Ini Mempengaruhi Kesiapan Sekolah

Kolom:Pendidikan, Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang :  Gonjang ganjing terhadap keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Memdikbud), Muhadjir Effendy,  mengusulkan moratorium atau penangguhan ujian nasional (UN) pada 2017. Tentu saja hal ini mendapatkan respon pro dan kontra dari berbagai pihak.

Salah satunya, Ketua Dewan Pendidkan Sumsel, Prof. Dr H. Sirozi, MA, Phd, yang setuju dengan usulan Mendikbud. Dikatakannya, hingga kini proses penyelenggaraan UN belum benar-benar matang dan setiap tahunnya selalu mengalami perubahan, jadi memang diperlukan moraturium sekitar satu atau dua tahun.

Baca juga :  Hadi: Wabup Muratara Harus Minta Maaf kepada Warga Muratara.

“Jika setiap tahun berubah, ini terlalu beresiko dan anak kita banyak yang menjadi korban, jadi memang  butuh kajian ulang agar penyelenggaraan benar-benar realistis,” ujar Rektor UIN Raden Fatah ini.

Namun, sambungnya, Usulan Mendikbud terhadap moraturium UN juga harus diiringi oleh solusi lain seperti standar ketentuan kelulusan. “Menurut saya ada beberapa solusi untuk ketentuan standar kelulusan selain UN, yakni nilai dari guru, kedua nilai dari sekolah dan ketiga, kelulusan bisa ditentukan oleh pemerintah daerah,” jelas Sirozi.

Baca juga :  Sekda Sumsel Pensiun, Alex Noerdin : Paling Idak Jumat Lah Ado Plt-nyo

Meskipun usulan kebijakan Mendikbud sampai saat ini belum mendapatkan kepastian. Sirozi berharap, persoalan ini tidak berlarut-larut, agar para siswa kedepannya tidak bingung.

“Semoga segera diputuskan, akankah UN dimoraturium atau tetap diselenggarakan, jika masih tetap.dilaksanakan barangkali ada konsep yang perlu kita perbaiki. Karena  ini akan  mempengaruhi kesiapan sekolah kalau tidak jelas seperti ini,” tukasnya. (juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita