oleh

Siska Jalani Tes Psikologi di Rs Bhayangkara

Kolom:Peristiwa|31 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Siska (23) tersangka penganiayaan pembunuhan terhadap anaknya Bryan, hari ini (28/11), diserahkan oleh Polresta Palembang ke rumah sakit Bhayangkara untuk menjalani tes psikologi dan psikiater tahap I.

Pemeriksaan ini untuk memastikan antara disengaja atau tidak disengaja pembunuhan yang dilakukan oleh Siska. Tes psikologi ini pun dilakukan tiga tahap.

Hal itu dikatakan oleh IPTU Heni kanit PPA Polresta Palembang. “Setelah hari ini, akan diperiksa lagi sebanyak dua kali ke Psikolog, yaitu hari selasa dan rabu. Kemudian, Jum’at akan diperiksakan ke psikiater. Setelah itu baru dapat disimpulkan apakah tersangka melakukan secara sadar atau karena gangguan,”jelasnya.

Baca juga :  Warga Linggau Diminta Tetap Produktif dan Patuhi Protokol Kesehatan

Heni menambahkan, dalam pengamatan secara awam, tersangka terlihat dalam keadaan sadar dan normal. Hal itu, berdasarkan setiap pertanyaan yang dilontarkan, tersangka dapat menjawab dengan runtut dan jelas.

“Untuk lebih jelasnya kita tunggu saja hasil pemeriksaan Psikolog dan Psikiater,” Tambahnya.

Sementara itu, Syarkoni, S.Psi, M.Psi, Psikolog Klinis Rumah sakit Bhayangkara mengatakan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang kehidupan tersangka sampai kejadian penganiayaan yang menyebabkan anaknya meninggal.

“Kita hari ini sudah melakukan pemeriksaan tahap I yang mana akan ada beberapa tahap. Dalam tahap I baru dilakukan wawancara kepada tersangka secara mendalam. Hal itu ditujukan untuk pengetahui latar belakang hidup tersangka sampai kasus ini terjadi,” Jelasnya.

Baca juga :  Panglima TNI : Kita All Out Untuk Asian Games

Dilanjutkan lagi, setelah tahap I ini selesai diketahui bahwa terjadinya kasus ini lantaran adanya konflik atau keributan antar suami istri. Sehingga, ada rada kebencian terhadap suami yang akhirnya dilampiaskan kepada anak.

“Tersangka dengan suaminya ini sempat bercerai selama dua tahun. Selama itu, si anak tinggal dengan ayahnya (Suami tersangka). Seingga, secara emosional sang anak tidak dekat dengan ibunya. Saat rujuk kembali, ditengah perjalanan terjadi lagi konflik rumah tangga, sehingga terjadilah kasus ini,” Ungkapnya.

Untuk tahapan pemeriksaan selanjutnya. Tersangka akan dilakukan pemeriksaan dengan alat instrumen Psikologi. Hal itu, dilakukan beberapa tahap. Untuk hasilnya dapat diketahui setelah pemeriksaan oleh Psikiater. “hasilnya tidak dapat kita sampaikan secara terbuka. Melainkan, secara tertutup melalui tim penyidik kasus ini,” Tandasnya. (sibawaihi)

Baca juga :  Mawardi: Bidan Desa Garda Terdepan Dalam Layanan Kesehatan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita