oleh

Soal Penanganan Covid-19 di Sumsel, Ini Jawaban Gubernur Deru 

Kolom:Peristiwa|3 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengatakan di Provinsi Sumsel yang positif corona sudah sebanyak 185 orang, dan ada penambahan yang begitu cepat sebanyak 29 orang.

“Kalau kita bicara kemarin semua orang menjadi terkejut karena ada 29 positif covid-19 dan ini kenaikan yang mendadak, tadinya kenaikan itu hanya pada angka-angka di bawah angka 10,” katanya, Selasa (05/05).

Namun, lanjutnya, kembali mengingatkan semua orang untuk jangan terkejut ada kenaikan yang drastis. Karena belakangan ini dirinya mengaku telah mengintrusikan kepada seluruh Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota se-Sumsel untuk lebih aktif dan agresif memeriksa swap.

Baca juga :  Gubernur Deru Ajak Raja Gowes Untuk Terlibat Sukseskan Gran Fondo

“Jadi jangan terkejut jika ada kenaikan yang drastis. Karena saya intuksikan kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota untuk aktif dan agresif memeriksa swap. Karena ada beberpa kali kejadian rapidtes itu enggak kurang. Ada yang positif dirapidtes tapi ternyata negatif di laboratorium, begitu juga sebaliknya. Maka saya rapidtes itu tetap digunakan seikhlasnya orang mau berapa diperiksa, tetapi kepada Faskes saya intruksikan untuk setiap ada indikasi itu Swap dan bawa ke laboratorium,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan animo masyarakat Sumsel untuk melakukan Faskes itu luar biasa, artinya kesadaran diri masyarakat luar biasa untuk diperiksa.

Baca juga :  Perusahaan Asal Belarusia Ingin Berinvestasi di Sumsel

“Ini animo yang tinggi dari masyarakat, jadi kita harus hormati juga. Jadi masyarakat ini bukan karena mereka ditemukan tapi animo. Mereka kesadaran sendiri datang ke Faskes untuk diperiksa meskipun OTG. Ini juga yang membuat saya bangga,” kata dia.

Disamping itu, kasus di Sumsel dengan ketingkatan kematian yang rendah, artinya dari ribuan ODP sampai dengan selesia di karantina, itu hanya 4 yang meninggal di Sumsel.

“Artinya sering saya sampaikan kepada masyarakat kita harus optimis karena korona ini bisa disembuhkan. Virus ini yang rawan adalah orang-orang yang punya penyakit bawakan,” ungkapnya.

Baca juga :  Penduduk Miskin di Sumsel Berkurang 6,5 Ribu Orang

“Jadi ada 3 kita kelompokan, positif berat komplikasi, positif berat, positif dengan gejala ringan bahkan tanpa gejala,” sambung Deru. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita