oleh

Sosialisasi Amnesti Pajak Gandeng Majelis Ta’lim

Kolom:Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Direktorat Jenderal Pajak melalui Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel terus memberikan pemahaman mengenai Amnseti Pajak lewat sosialisasi kepada Majelis Ta’lim di Kota Palembang. Majelis Ta’lim sebagai salah satu lembaga pendidikan diniyah non formal yang merupakan tempat pengajaran atau pendidikan agama islam dan berfungsi sebagai lembaga dakwah dan pendidikan non formal dipandang sangat penting bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Amnesti Pajak.

Seperti sosialisasi yang dilakukan kepada Majelis Dzikir Tamasya Rohani bimbingan Ust. Hidayatullah di Masjid Taqwa Palembang pada hari sabtu 26 November 2016 lalu. Majelis yang rutin diadakan setiap hari sabtu ini dihadiri oleh 2000an jama’ah yang didominasi oleh kaum hawa.

Baca juga :  Pasokan Sayuran Dari Pagar Alam Dijamin Aman

Acara yang dimulai dengan rangkaian kegiatan Sholat Dhuha, Dzikir Taubah dan Muhasabah, Tausyiah dan doa oleh Ust. Hidayatullah dilanjutkan dengan Sosialisasi Amnesti Pajak yang dibuka oleh perwakilan Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel, Bambang Wijono selaku Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan.

“Amnesti Pajak adalah program pemerintah yang banyak sekali manfaat bila kita mengikutinya, untuk itu hari ini kami hadir disini untuk memberikan pemahaman lebih tentang Amnesti Pajak”, tegas Bambang dalam sambutannya.

Tim yang diturunkan dalam sosialisasi kali ini adalah Lamban Subeqi Purnomo selaku Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Yusrinah (Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengeloalaan Dokumen) serta Muhammad Fathoni selaku Penelaah Keberatan Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel.

Baca juga :  Fenomena Equinox, Suhu Capai 40 Derajat Celcius

Dalam paparannya Lamban Subeqi Purnomo atau yang akrab disapa ipung menjelaskan bahwa amnesti pajak berfungsi juga sebagai penghapus kesalahan perpajakan, bila selama ini ada yang belum benar dalam melaporkan SPT nya, atau ada usaha yg belum dibayarkan pajaknya, semua diampuni dengan hanya mengikuti amnesti pajak ini.

“Cukup dengan menghitung aset yg belum dilaporkan di SPT tahun pajak terakhir dan membayar uang tembusannya, kesalahan perpajakan 2015 kebawah dihapuskan”, tegas ipung. (juwita)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita