oleh

Staf BPN Lampung Ancam Bunuh Adian Napitupulu

Kolom:Headline, Peristiwa|11 kali dilihat

NuansaKita –  Bandar Lampung : Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Y. Napitupulu, SH diancam dibunuh oleh staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Propinsi Lampung. Senin (31/10/2016)

Peristiwa tersebut terjadi di Kantor BPN Lampung senin siang saat Adian menanyakan HGU (Hak Guna Usaha) perusahaan yang berkonflik dengan Petani. Kedatangan Adian untuk mengumpulkan bukti yg dibutuhkan agar konflik warga Desa vs PT BNIL (Bangun Nusa Indah Lampung), di Lampung yg berujung pada penahanan 7 petani dapat diselesaikan.

Ketua DPD Pospera Lampung Marsyat Jaya yang turut serta bersama Adian dan sejumlah perwakilan warga Desa mengatakan, ancaman tersebut dilontarkan oleh salah satu oknum BPN yang bernama Wahyudi saat terjadi pertemuan di BPN.

Baca juga :  Tingkatkan Pendapatan Keluarga Dengan Manfaatkan Momentum Asian Games 2018

“Dia mengatakan akan tusuk Adian jika bersikeras mau meminta bertemu dengan pejabat BPN yang berwenang menangani kasus tanah rakyat ini ” ujarnya.

Hingga saat ini sejumlah pejabat BPN Lampung belum bisa dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut. Sementara ancaman tersebut dilontarkan secara terbuka didepan sejumlah perwakilan warga yang turut serta ke BPN.

Kasus ini bermula dari penangkapan 7 (tujuh) orang petani dimana persoalan bermula konflik lahan 6.500 hektare lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. BNIL, masyarakat hanya memperoleh relokasi seluas 3.000an hektare. Sudah begitu, PT. BNIL sendiri tersangkut masalah pelanggaran perizinan, khususnya terkait pelanggaran UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca juga :  PT. Semen Baturaja Berkomitmen Terhadap Masyarakat Desa

Di dalam UU tersebut diatur bahwa setiap kegiatan usaha harus memiliki izin lingkungan dan dokumen AMDAL, sedangkan saat ini PT BNIL telah melakukan kegiatan usaha tanpa memiliki izin lingkungan.

Hingga, pada September 2016, 2000-an petani melakukan aksi pendudukan di lahan HGU PT BNIL. Mereka mendirikan tenda-tenda di sekitar perkebunan.

Namun, pada 1 Oktober lalu, PT BNIL mengerahkan Pam Swakarsa untuk mengusir petani. Bentrokan tidak terhindarkan. Puluhan tenda dan belasan kendaraan roda dua ikut terbakar.Sugiyanto, seorang pendeta di Tulang Bawang, Lampung, ditangkap oleh belasan polisi dari Polres Tulang Bawang, Selasa (11/10/2016). Dia dituduh menghasut petani untuk melawan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL).

Baca juga :  Ini Komitmen Gubernur HD Perbaiki Layanan Kepada Warga Sumsel

Berdasarkan kronologis yang dirilis oleh Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Sugiyanto ditangkap di sekretariat KPRI di Jakarta. Saat itu dia dan beberapa petani datang untuk mendiskusikan duduk perkara kasus yang dialami oleh petani di Tulang Bawang.Selama ini, pendeta Sugiyanto memang aktif mendampingi Serikat Tani Korban Gusuran PT BNIL. Pada 1 Oktober lalu, terjadi bentrokan antara Serikat Tani dengan pam swakarsa di lokasi yang diklaim oleh PT BNIL. (juwita)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita