oleh

Strategi Menangkap Peluang di Era New Normal, Ini Pesan Gubernur Sumsel

Kolom:Peristiwa|40 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Sejak memutuskan memberikan promosi gratis untuk produk UMKM melalui akun istagram @hermanderu67,  Gubernur Sumsel Herman Deru terus dielu-elukan para pelaku UMKM di Sumsel. Tak sedikit pelaku usaha mengaku “naik level” gara-gara kebijakan unik orang nomor satu di Sumsel tersebut.
Terbaru pujian itu datang dari pemilik usaha kuliner Dapur Ombay, Arif. Dia mengaku
sangat berterima kasih atas kepedulian Gubernur Sumsel pada pelaku UMKM seperti mereka.

Menurut Arif, produk kuliner berupa nasi minyak adalah produk yang biasa bagi masyarakat Palembang. Sejumlah upaya sudah dilakukannya untuk mendongkrak penjualan nasi minyak tersebut. Mulai dari minta endorse teman hingga membayar influencer yang cukup kenamaan.

“Saya sempat bayar endorse dan minta tolong teman tapi belum membantu banyak. Tapi sejak Pak Gubernur Sumsel yang makan, levelnya jadi naik. Nasi minyaknya jadi kelas atas. Alhamdulillah omzet ikut naik juga,” ujarnya, Senin (22/06).
Oleh karena itu, ia dan pelaku UMKM lainnya berharap apa yang dilakukan Gubernur Sumsel tersebut tidak berhenti. Sehingga usaha mereka dapat bertahan di tengah pandemi ini, sekaligus membantu geliat perekonomian di Sumsel.
Terkait hal itu, Gubernur Deru mengatakan, sudah sepantasnya sebagai kepala daerah, dia harus memikirkan kelangsungan usaha para pelaku usaha baik skala besar hingga UMKM. Mengingat pandemi berdampak sangat luas pada semua sektor kehidupan.
“Karena saya mikir, saat pandemi bukan cuma pemilik gedung, usaha catering yang kena. Tukang make up, semua kena ada cleaning service, pelaku UMKM, buruh angkut semua kena. Makanya sebagai gubernur, saya harus memikirkan itu. Jadi jangan melihatnya dari satu sisi saja. Kesannya saya seperti makan enak saat semua warga tengah prihatin, bukan begitu,” tambahnya.
Belajar dari pengalaman krisis ekonomi pada tahun 1998 silam, Deru yakin dengan menstimulan pelaku UMKM, pertumbuhan ekonomi Sumsel dapat bertahan. “Tahun 98 ekonomi kita ada di titik nadir dan UMKM bisa bertahan. Kenapa sekarang tidak kita beri perhatian. Permodalan, ketrampilan sampai marketing,” jelasnya.
Dalam menyikapi pandemi ini, menurut dia, ada tiga cluster yang harus diprioritaskan. Yang pertama adalah kesehatan. Apapun aktivitasnya ia menghimbau masyarakat tetap mengutakmakan keselamatan jiwa. Kedua barulah ekonomi dan ketiga kesehatan.
Atas dasar itu pula, starategi apa menuju New Normal tidak bisa dilakukan denga  grgabah. Melainkan ditata sedemikian rupa berdasarkan ahli kesehatan dalam hal ini epidemiologi hingga pakar ekonomi. Sebagai orang yang cukup lama malang melintang di dunia usaha, ia pun memberikan tiga pesan pada pelaku UMKM. Bocoran ini diberikannya agar pelaku UMKM tahan banting menghadapi pandemi saat ini.
“Kuncinya tiga. Konsisten, konsekuen dan speed dan jangan lupakan usaha basic. Karena banyak yang justru gagal disana,” ungkap dia.
Dia juga mencontohkan, seperti misalnya pengusaha warung nasi kaki lima. Karena sudah ramai pembeli, kemudian bisa bangun gedung baru lalu meninggalkan usaha basic. “Jangan seperti itu, karena pembeli mungkin saja senang dengan service awal. Kalau berubah mana mau mereka datang lagi. Jadi memang harus konsisten,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Penyebab Utama Kematian Ibu Melahirkan Adalah Pendarahan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita