oleh

Sumsel Ditarget Jadi Contoh Penegakan Demokrasi Bermartabat

Kolom:Peristiwa|31 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru melakukan penyerahan simbolis mobil operasional Bawaslu RI kepada Korsek dan Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota di Sumsel sekaligus menghadiri apel siaga kesiapan pengawas Pemilu se-Sumsel dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019, di halaman Kantor Gubernur, Rabu (26/12). Dengan tambahan kendaraan operasional ini, HD menargetkan Sumsel akan menjadi contoh penegakan demokrasi yang bermartabat di Indonesia.

Dikatakan HD, para penjaga demokrasi patut diapresiasi agar dapat menjaga demokrasi sebaik-baiknya. Jangan sampai semangat penegak demokrasi ini putus karena terbatasnya operasional.

“Selama aturan mendukung kita akan bantu mereka sampai kecamatan dan desa kita akan usahakan anggarannya. Untuk sekarang ini kita bantu minyak dulu biar mobil ini bisa beroperasional. Bukan hanya saat Pileg dan Pilpres saja tapi event-event acara demokrasi lainnya. Sumsel harus jadi contoh penegakan demokrasi yang bermartabat,” tegas dia.

Baca juga :  OJK Bentuk Satgas Waspada Investasi

Ia menyampaikan, Pemprov Sumsel menyambut baik dan mengapresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Sumsel. Untuk diketahui saat ini telah memasuki masa dan tahapan kampanye baik kampanye Calon Legislatif maupun Kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden. Dalam kampanye-kampanye tak sedikit ada prilaku tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, seperti saling menghina, menghasut dan menjelek-jelekan antara pasangan calon satu ke lainnya.

“Ini sangat tidak mencerminkan kepada kepribadian Bangsa Indonesia yaitu santun dan bermartabat,” jelasnya.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan Sinergitas Antara Bawaslu dengan Pemerintah Daerah, antara Bawaslu dengan Kepolisian, Kejaksaan, TNI, Instansi, lembaga dan masyarakat sehingga mewujudkan Pemilu yang jujut, adil, bersih, transparan, tertib dan bermartabat sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga :  Polda Sumsel Resmikan Perpustakaan Terapung Di Sungai Musi

“Saya himbau kepada pemerintah daerah dan jajaran turut serta dalam Pengawasan Pemilu dalam menyukseskannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto menjelaskan pihaknya memfasilitasi dengan kendaraan operasional sebanyak 84 unit yang diberikan ke komisioner dan koordinator sekretariat Bawaslu di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel.

Menurutnya, luasnya wilayah Sumsel menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu untuk mengawasi jalannya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden agar tetap berjalan sesuai jalurnya.

“Kelancaran transportasi dalam pengawasan merupakan hal yang mutlak mengingat pengawasan harus menyentuh sampai ke tingkat yang paling bawah. Makanya kami mencoba memfasilitasi ini,” ungkap dia.

Iin juga mengungkapkan, tahun 2018 Provinsi Sumsel masuk dalam kategori minim pelanggaran Pemilu. Pelanggaran Pemilu di Sumsel cenderung marak dalam hal mpemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di tempat yang dilarang dan hanya tercatat 10 pelanggaran yang terjadi. Selain itu ada juga beberapa pelanggaran seperti kategori pelanggaran netralita ASN, dan pelanggaran iklan kampanye di luar jadwal.

Baca juga :  Gubernur Sumsel Upayakan PSBB di Kota Palembang dan Prabumulih

“Sumsel diapresiasi Bawaslu Nasional karena bisa menekan pelanggaran Pemilu 2018,” tutur Iin.

Lebih jauh kata Iin, dalam rangka mensukseskan Pemilu yang jujur, tertib dan bersih pihaknya sudah menginstruksikan ke jajarannya untuk selalu solid dan profesional.

“Kami selalu mengingatkan jajaran kabupaten/kota untuk selalu melakukan pencegahan maksimal dan melakukan pengawasan aktif dengan harapan pelanggaran Pemilu 2019 dapat ditekan lebih baik lagi,” tukasnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita