oleh

Sumsel Miliki 171 Desa Peduli Api di Kawasan Karhutla

Kolom:Peristiwa|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki menjelaskan visi dan misi Sumsel bebas asap 2018. Dalam misi tersebut tertuang bahwa pencegahan dini karhutla, pengelolaan lanskap retorasi hutan dan gambut serta pemberdayaan masyarakat desa rawan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita sudah membentuk 171 Desa Peduli Api di kawasan Karhutla. Diantaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muba dan Banyuasin,” ungkap Wagub Ishak, Selasa (7/11).

Dengan tujuan mencegah meluasnya yang dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dipadamkan, kata Wagub Ishak, meningkatkan peran seluruh stakeholder agar peduli untuk merestorasi hutan dan gambut serta meningkatkan pendapatan masyrakat daerah rawan kebakaran.

Baca juga :  Gubernur Lepas Satgas Gerebek Masjid ke Seluruh Penjuru Sumsel

Di samping itu, dijelaskanya strategi dalam mengatasi hal tersebut menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholder dengan menetapkan zona dan kawasan/desa yang menjadi prioritas untuk pencegahan karhutla dan restorasi. Kemudian mencari inovasi teknologi untuk pembukaan lahan tanpa bakar dan resolusi konflik lahan.

Selain itu, lanjutnya, program prioritas karhutla, Pemerintah telah melakukan pemetaan, sosialisasi, pelatihan regu pemadam kebakaran dan siaga cegah karhutla, evaluasi ketaatan perusahaan dalam pencegahan karhutla/penegakkan hukum, pemberdayaan masyarakat desa rawan kerawanan (desa peduli api) serta mengelola tata air (kanal blok, sekat bakar dan embung). Kemudian, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Baca juga :  Kemenag Sumsel Gelar Evaluasi Penyelesaian Dokumen Haji

Di dalam penanggulangan Karhutla, Pemprov Sumsel bersama Korem Gapo 044 serta Polda Sumsel telah membuat teknologi pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Seperti Teknologi Bios dan Teknologi Foam dari Korem 044 Gapo serta Teknologi Berbasis IT dari Polda Sumsel.

“Jadi kita sudah sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sudah diingatkan pada ‘Prasasti Talang Tuwo’ bahwa seluruh warga Sriwijaya untuk melestarikan lingkungkan dengan cara memelihara hutan, menanam tanaman buah-buahan, membangun drainase dan mengelola sumber daya air,” tutupnya. (Rip)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita