oleh

Syahrial Oesman Laporkan Harta Kekayaan

Kolom:Peristiwa|87 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : H-1 menjelang penutupan program pengampunan pajak  periode II  yang digagas oleh Presiden Joko Widodo ramai diikuti oleh wajib pajak (WP)  yang berstatus pejabat.

Setelah sehari sebelumnya, Pangdam II Sriwijiya, Mayjen Sudirman menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) kini, giliran bupati Ogan  Ilir, HM. Ilyas Panji Alam dan mantan Gubernur provinsi Sumsel, H. Syahrial Oesman mengikuti program tax amnesty.

Dikatakan Ilyas Panji Alam,  sebelumnya, sebagai WP, dirinya merasa telah memenuhi kewajiban membayar pajak. Namun setelah mendapat penjelasan dari kepala KPP cabang Indralaya, dirinya baru tahu ada harta yang terlewat dan harus dibayar pajaknya.

Baca juga :  13 April, Train Set LRT Akan Tiba di Palembang

“Tax Amnesty  ini harus diikuti,  rugi kalau saya tidak ikut,” ujarnya pada awak media saat menyerahkan SPH di kantor KPP Pratama Ilir Barat, Jumat (30/12).

Menurutnya, semua wajib pajak harus ikut tax amnesty agar merasa lega dan tidak ada beban lagi. Ilyas berharap, ini bisa menjadi contoh bagi kepala daerah yang lain dan para SPKD di OI agar ikut tax amnesty.

“Dengan saya ikut yang lain harus ikut dong,  bupatinya aja ikut tapi SKPD-nya nggk ikut kan nggak mungkin harus ikut,  apalagi rakyatnya juga harus ikut,” ajak Ilyas.

Baca juga :  Gubernur Ajak PWNU Kolaborasi Perangi Kemiskinan di Sumsel

Senada dengan Ilyas, Syahrial Oesman juga mengimbau WP untuk mengikuti program tax amnesty. “Ini merupakan kesempatan yang terbaik dan harus dimanfaatkan oleh WP,” kata mantan Gubernur Sumsel ini.

Ketika ditanya mengapa baru mengikuti program tax amnesty periode kedua, Syahrial Oesman menjelaskan bahwa sebelumnya, dirinya belum mengetahui secara detail mengenai tax amnesty. Namun, setelah bertanya kepada petugas pajak, dirinya baru menyadari ini adalah kesempatan terbaik.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita