oleh

Tak Ingin Warganya Terjebak Rentenir, Gubernur Minta BNI Perbanyak KUR

Kolom:Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pimpinan PT BNI 46 Wilayah Sumatera Bagian Selatan melalui Wakil Pimpinan Bidang Jaringan dan Layanan Adisyaf Putra, menyambangi kantor gubernur, Senin (15/10). Kedatangan rombongan ini bermaksud untuk audiensi dengan Gubernur Sumsel yang baru Herman Deru.

Kedatangan rombongan ini disambut positif oleh Gubernur Sumsel HD di ruang tamu gubernur. Dalam kesempatan itu HD mengungkapkan kalau sudah tak asing lagi dengan BNI. Dia bahkan mengaku mengenal baik BNI berikut orang-orang di dalamnya serta pelayanan yang ada.

Baca juga :  Tragedi Bom Surabaya, Pemprov Sumsel Turut Prihatin dan Berduka

“BNI sudah banyak berperan dalam membantu masyarakat dan pembangunan di Sumatera Selatan,” tutur HD.

Pada pertemuan tersebut HD juga menyampaikan harapannya kepada PT BNI untuk memperbanyak ATM untuk masyarakat mengingat rawannya memegang uang cash saat ini.

Kalaupun memang sulit untuk membuat ATM, HD meminta agen-agen BNI seperti Brilink dan layana lain-lain lebih diperbanyak agar memudahkan masyarakat terutama yang ada di pedesaan ataupun yang ada di daerah yg sulit dijangkau dan terpelosok.

Hal lain yang diharapkan mantan Bupati OKU Timur dua periode itu kepada BNI adalah bagaimana caranya untuk mempermudah akses bank dengan menggunakan android dan alat lain yang mempermudah bertransaksi.

Baca juga :  Pemberian Beras Bagi ASN Pemprov Dijamin Tak Mengurangi TPP 

Menanggapi keinginan gubernur tersebut, Adisyaf Putra mengatakan pihaknya sudah menyediakan layanan yang dimaksud yakni Agen46 yang ada di setiap daerah.

“Pak gubernur juga tidak lupa akan kesejahteraan masyarakatnya, beliau berharap kepada BNI untuk mempermudah urusan mengenai KUR (kredit usaha rakyat) dan jangan sampai salah sasaran, dari pada masyarakat berurusan dengan rentenir,” ujarnya.

Pihak BNI menjelaskan pula bahwasanya KUR sangat membantu masyarakat, dengan pinjaman minimal sebesar Rp5.000.000 untuk sektor produksi dan maksimal Rp500.000.000. Pinjaman tersebut dibayarkan saat panen baik pinjaman pokok serta bunganya, dan selama masa tanam tidak ada biaya tambahan apapun.

Baca juga :  Solusi Daftar JKN - KIS Tanpa Antri, Cukup Telepon ke 1500400

KUR sendiri jelas Adisyaf juga menjadi salah satu cara untuk mensejahterakan dan menjadi solusi bagi masyarakat yang belum mempunyai modal. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita