oleh

Tatanan Normal Baru Harus Produktif dan Aman Covid-19

Kolom:Peristiwa|8 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru didampingi oleh Wagub Sumsel Mawardi Yahya, menggelar rapat melalui video conference bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Kementerian Kesehatan, serta seluruh kepala daerah dari 34 provinsi.
Bertempat di Ruang Command Center, Jum’at (29/05), video conference yang diselenggarakan oleh Kemendagri ini memuat perihal mengenai lomba inovasi daerah dalam penyiapan tatanan normal baru, produktif dan aman covid-19.

Kementerian dalam negeri berharap adanya inovasi dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk menjawab tantangan New Normal yaitu produktif dan aman.

Setelah menyimak hal yang disampaikan langsung oleh Mendagri maupun Menkeu, Gubernur  Herman Deru mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mendukung apapun kebijakan dari pemerintah pusat, terlebih perbaikan dari segala aspek terkhusus pada aspek perekonomian.
Dalam kesempatan ini pula Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan inovasi dan perbaikan-perbaikan diperlukan untuk menjawab tantangan new normal.
“Presiden mengingatkan bahwa pandemi covid-19 akan mengubah tren pariwisata dunia. Referensi liburan akan bergeser ke akternatif liburan dengan moda tidak banyak kerumunan, seperti solo travel tour, wellness tour dan termasuk virtual tourism serta staycation,” kata dia.
Oleh sebab itu pula, Presiden Jokowi meminta agar pasca pandemic ini banyak bermunculan inovasi dan perbaikan-perbaikan agar dapat cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Keselamatan dan kesehatan menjadi isu utama. Maka dari itu, protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata harus dapat menjawab isu utama ini. Dengan demikian, standar baru, kultur baru, dan kebiasaan baru di sektor pariwisata harus disiapkan,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Tidak Ikut Amnesty Pajak, Alex Noerdin : Harto aku Lah Dilaporke Galo

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita