oleh

Tingkatkan Pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Palembang

Kolom:Peristiwa|4 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Sebagai bentuk komitmen menjaga pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Palembang melaksanakan Optimalisasi Program Rujuk Balik, Prolanis dan Monev UR FKTP Tahun 2019.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Rabu (27/03) ini dihadiri oleh Pimpinan Puskemas, Klinik Pratama dan dokter pribadi perorangan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Andi Ashar mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu upayan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada peserta dan juga dalam kegiatan ini akan disampaikan evaluasi terkait utilisasi review (UR) dan komitmen FKTP dalam menjalankan Kapitasi Berbasis Komitmen Layanan (KBK) tahun 2019.
“Kita harap setelah evaluasi ini pelayanan FKTP dapat ditingkatkan sesuai dengan komitmen yang ada,” ujar Andi.
Dia menambahkan selain membahas hasil evaluasi pelayanan yang diberikan oleh FKTP kepada peserta JKN-KIS, pertemuan ini juga membahas bagaimana cara optimalisasi Program Rujuk Balik dan Prolanis.
“Monev Utilisasi review ini perlu dilakukan karena untuk memantau kinerja fasilitas kesehatan yang telah berjalan khusus untuk tingkat pertama. UR sendiri merupakan potret dari kinerja teman-teman FKTP sekalian,” katanya.
Dengan adanya UR akan berdampak juga dengan peningkatan pelayanan yang akan diberikan kepada peserta JKN-KIS, yang di review terdiri dari jumlah kasus non spesialistik serta angka kunjungan dan rujukan.
Ditambahkan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, Pemi Welrado yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan, terdapat 3 indikator utama yang disepakati dalam KBK yaitu angka kontak, ratio prolanis, rujukan non spesialistik dan meminta agar FKTP dapat tertib dalam melakukan pengisian data pada Aplikasi P-Care.
Terkait akan adanya tedistribusi peserta, maka data capaian KBK bisa menjadi salah satu dasar dalam mendistribusi ulang peserta, tambah Pemi. Apabila suatu puskesmas pesertanya banyak tetapi hasil capaian kbk dilihat dari angka kontak (kunjungan sakit, sehat, kelompok  prolanis) berkunjung rutin dan rasio rujukan non spesialistik tidak tercapai, maka akan menjadi pertimbangan redistribusi peserta tersebut.
“Oleh karena itu puskesmas harus meningkatkan pelayanan sesuai dengan Komitmen yang ada,” tukas Pemi. Rip
Baca juga :  Optimal Kelola Anggaran, Pemprov Sumsel Sabet Anugerah Gatra 2019

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita