oleh

TKPSDA Wilayah Sungai MSBL Rapat Bahas Pengelolaan Sumber Daya Air

Kolom:Budaya, Peristiwa|88 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Musi-Sugihan-Banyuasin-Lemau (MSBL) mengadakan rapat untuk membahas kendala dan pemecahan masalah pengelolaan sumber daya air, di hotel Horison Ultimate, (27/10).

Rapat komisi ini diharapkan dapat menggali kendala-kendala yang ada terkait koordinasi serta pemecahan masalah pengelolaan sumber daya air di empat (4) provinsi anggota TKPSDA. Ujar ketua TKPSDA WS MSBL, Ir. Taufik Hidayat, MM, MEP.

Taufik menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No. 04/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Wilayah Sungai Musi-Sugihan-Banyuasin-Lemau (WS MSBL) melintas di empat propinsi, yaitu Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung.

Baca juga :  Gubernur Alex Sampaikan Tanggapan dan Jawaban Enam Raperda DPRD Sumsel

Dari ke-empat provinsi tersebut, provinsi paling luas yang terletak di wilayah sungai ini adalah Provinsi Sumatera Selatan dengan perbandingan 93%, kemudian sisanya, sebanyak 7% tersebar di tiga (3) provinsi yaitu Provinsi Jambi (Kab. Muaro Jambi, Kab. Sarolangun, Kab. Batanghari, Kab. Tanjung Jabung Timur), Provinsi Bengkulu (Kab. Kepahiang, Kab. Rejang Lebong, Kab. Bengkulu Tengah), Provinsi Lampung hanya satu kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Barat. Wilayah Sungai MSBL memiliki luas 86.680 km persegi terdiri dari 23 Daerah Aliran Sungai (DAS) utama dan mempunyai empat sistem sungai utama ; sistem sungai musi, sistem sungai banyuasin, sistem sungai lemau.

Baca juga :  Gubernur Sumsel Tegaskan Corona Bukan Aib, Laporkan Jika Ada Gejala

Taufik juga menjelaskan bahwa pola pengelolaan sumber daya air WS MSBL menekankan arah penyelenggaraan pada :
1. Konservasi sumber daya air terpadu di WS MSBL
2. Pendayagunaan sumber daya air di WS MSBL
3. Pengendalian daya rusak air di WS MSBL
4. Sistem informasi sumber daya air di WS MSBL
5. Pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan sumber daya air di WS MSBL.

Maka dari itu menurut Taufik, diperlukan perkuatan TKPSDA WS MSBL sebagai wadah koordinasi dan memfasilitasi anggota TKPSDA WS MSBL dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membantu Menteri yang meliputi ; pembahasan rancangan pola dan rancangan rencana Pengelolaan Sumber Daya Air, rancangan program dan rancangan rencana kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air, usulan rencana alokasi air, pembahasan rencana sistem informasi hidrogeologi, serta memberikan pertimbangan kepada Menteri mengenai pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada WS Musi-Sugihan-Banyuasin-Lemau.

Baca juga :  ICMI Support Percepatan Pembangunan di Sumsel

Semoga kegiatan ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengelolaan sumber daya air serta peningkatan perekonomian masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi serta Provinsi Lampung, harapnya. (sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita