oleh

Ulama Diharapkan Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme

Kolom:Peristiwa|10 kali dilihat

NuansaKita – Palembang :  Forum Kajian Ilmiah Syarif Madani (FKISM) menggelar Diskusi Publik dan Dialog Interaktif bertauk tema ” Peran Para Ulama dan Tokoh Agama Dalam dan Mencegah Terorisme dan Radikalisme; Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin di Aula Pasca Sarjana UIN Raden Fatah Palembang. Selasa (31/01).

Acara Diskusi yang dibuka langsung oleh Ketua FKISM Kota Palembang H. Donny Meilano, M.Sy. Donny Meilano selaku penyelenggara berharap kegiatan Diskusi Publik ini dapat melahirkan konsep-konsep yang matang dan Action yang kongkrit agar Kedaulatan NKRI tidak pernah lagi mengenal bahasa akan diancam bahkan terancam dari pihak mana pun.

Baca juga :  Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta

Donny memaparkan Munculnya sumber pemikiran radikal di kalangan Pemuda, Mahasiswa, Pelajar dan masyarakat, radikal adalah penafsirkan teks ajaran Islam yang literal/tekstual serta menolak penggunaan ilmu pengetahuan dalam memahaminya. Akibatnya muncul penafsiran yang mendorong orang melakukan perbuatan radikal.

“Langkah yang paling mendasar untuk menghilangkan faham ini adalah dengan Kajian-kajian Islam secara ilmiah harus dihidupkan seperti ini, penataran-penataran yang harus digalakan baik di lingkungan sekolah agar remaja menjadi kritis dan tidak mudah diajak pada pemikiran yang keliru. Selain itu, kurikulum pendidikan agama baik formal maupun non formal selayaknya disisipkan konsep anti radikalisme.” Jelasnya.

Baca juga :  Tingkatkan Penerimaan PBBKB, Pemprov Sumsel dan Pertamina Berkolaborasi

Sementara itu Narasumber Sulaiman M Urif mengatakan Radikalisme dan Terorisme substansinya bukan pada orangnya atau gerakannya, namun lebih pada paham. Selama paham ini ada dan menyebar, selama itu pula terorisme itu ada, meskipun para teroris telah ditangkap dan dihukum. Untuk itu jika kita sebagai Masyarakat tidak belajar dan tidak dekat dengan Para Alim Ulama dan bertanya kepada Ahli Agama maka kita akan masuk dalam Kategori tersebut.

“Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi Rasulullah SAW bersabda ulama adalah pewaris Nabi, dan dihadits yang lain Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” Jelas Sulaiman.

Baca juga :  Komisi IV DPR RI Apresiasi Upaya Pemprov Sumsel Tekan Karhutla

Ditempat yang sama M Adil selaku Dosen Pasca sarjana UIN Raden Fatah memberikan penjelasan yang lebih menekan dengan Kondisi NKRI sekarang ini.

“Sebenarnya masyarakat Indonesia semakin cerdas dan angka radikalisme dan terorisme cenderungberkurang. Namun demokrasi Indonesia seolah-olah ada Wujud tapi tidak ada isi, tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita