oleh

Wagub Sumsel Bantah IPM Sumsel di Bawah Angka Standar

Kolom:Headline, Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Menanggapi klaim dari Herman Deru yang mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sumatera Selatan masih rendah atau di bawah angka standar 60, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Ishak Mekki membantah hal tersebut.

Menurutnya, tidak benar IPM Sumsel masuk klasifikasi rendah, melainkan sudah termasuk sedang atau melewati standar.

“Tidak benar itu. Mungkin perhitungan sebelumnya menggunakan metode lama. Sekarang metodenya baru,” jelasny kepada media di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (15/11).

Ishak mengaku sangat percaya pada pihak yang memiliki kapasitas dalam mengukur IPM Sumsel dalam kurun periode tertentu, bukan berdasarkan keterangan subjektif.

Baca juga :  Alex Noerdin : Pelayanan Publik Harus Rutin dan Efesien

Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan data yang belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.

“IPM kita baik-baik saja. Saya tahu grafiknya terus meningkat karena tolak ukur utamanya yaitu pada sektor pembangunan. Masyarakat harus tahu itu,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih menjelaskan, IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak.

Untuk mengukur tiga dimensi tersebut lanjutnya, maka dibuatlah metode baru yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur IPM. Metode tersebut ialah mengelompokkan IPM dalam empat kategori. Kategori pertama yaitu kelompok rendah yang angka IPM nya kurang dari 60 persen, kelompok sedang antara 60 hingga 70 persen, kelompok tinggi 70 hingga 80 persen. Dan IPM terbaik, angkanya di atas 80 persen.

Baca juga :  Ombudsman Sumsel Tindak Lanjuti Laporan PPDB SMPN 52 Palembang

Menurut Ekowati, angka IPM Sumsel terus menunjukkan peningkatan dari mulai tahun 2010 hingga 2015 dan masuk kelompok sedang.

“IPM Sumsel tahun 2010 angkanya 64,44 persen dan meningkat 67,46 persen pada tahun lalu. Kalau dihitung rata-rata tumbuh 0,92 persen pertahun,” urainya.

Dilanjutkannya, IPM merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur progres pembangunan dalam jangka panjang. Untuk itulah klafisikasi yang digunakan yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.

“Seperti pembangunan di bidang pendidikan. Ini merupakan salah satu dimensi yang diukur. Jika Sumsel ada program sekolah gratis sejak tahun 2009, maka IPM nya bisa dilihat beberapa tahun atau dalam jangka waktu panjang. Dan saat ini masih tergolong sedang,” tegasnya. (juwita)

Baca juga :  Revolusi Mental Diperlukan Untuk Menumbuhkan Kembali Rasa Kebangsaan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita