oleh

Wagub Sumsel : Tahun Depan Perekonomian Harus Lebih Kita Genjot

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2016 yang stabil diyakini berimbas positif terhadap perekonomian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Wakil Gubernur Sumsel mengungkapkan bahwa tren positif perekonomian Sumsel selaras dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang membaik, bahkan ketika beberapa negara dunia mengalami krisis, bahkan ada yang bangkrut

Dirinya pun berharap tahun depan Sumsel konsisten menunjukkan tren perekonomian yang positif dengan segala potensi dan kapasitas yang dimiliki.

“Tahun ini kita tutup perekonomian kita dengan baik. Tahun depan harus lebih digenjot lagi karena perekonomian dunia mulai pulih seperti Eropa, Amerika dan Cina. Mereka pangsa pasar kita karena batubara, karet dan gas Sumsel dikirim kepada mereka,” papar Ishak dan optimis ekonomi Sumsel tetap stabil serta tidak mengalami inflasi terlampau tinggi di tahun-tahun berikutnya.

Baca juga :  Kawal Kejelasan Status POI, Sekda Sumsel Temui Sesmenpora RI 

Sementara, Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Hamid Ponco Wibowo, perekonomian Indonesia hingga triwulan tiga tahun ini tumbuh sebesar 5,2 persen. Sedangkan inflasi nasional masih berada di angka aman, yakni sebesar 3 hingga 3,2 persen dan belum menyentuh angka bahaya sebesar 4,1 persen.

Pun dengan perekonomian Sumsel yang hingga triwulan 3 tahun 2016 tumbuh sebesar 4,78 persen. Meskipun mengalami penurunan dibanding triwulan 2 yakni sebesar 5,03 persen, namun pencapaian ini lebih baik dibanding triwulan 3 tahun lalu sebesar 4,75 persen.

Baca juga :  Manajemen SFC Bakal Launching Pro Elit Akademi

Inflasi Sumsel tahun ini pun dinilai masih aman yakni antara  3,3 sampai 3,6 persen, atau belum melampaui standar maksimal inflasi nasional.

Menurut Hamid, perlambatan ekonomi Sumsel akibat adanya pemotongan dana dari pusat, baik itu Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Pertumbuhan (ekonomi) grafiknya naik turun kalau dibanding tahun lalu. Tapi alhamdulillah inflasi masih dapat dikendalikan,” ujar Hamid Ponco Wibowo usai peluncuran uang baru di kantor perwakilan BI Sumsel, Senin (19/12/2016).

Namun beruntung, lanjutnya, Sumsel masih tertolong dengan masuknya dana pihak ketiga  hingga Oktober lalu hingga mencapai 60 triliun rupiah. Dana ini pun menurut catatan BI menyumbang sebesar 9,26 persen dari total seluruh pemasukan daerah tahun ini.

Baca juga :  Kloter 16 Tiba di Palembang, Jumlah Jamaah yang Telah Kembali 7.166 Orang

Selain pemerintah dituntut mengoptimalkan ekspor dengan memanfaatkan perekonomian dunia yang berangsur membaik, BI akan mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan memperkuat kelembagaan sistem pembayaran atau transaksi domestik di Sumsel.

Lebih jauh Hamid menjelaskan, untuk tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Sumsel diproyeksikan sebesar 5 hingga 5,5 persen. Pun inflasi yang akan terus dikontrol agar tidak.menyentuh angka 4 persen.

“Saya optimis perekonomian Sumsel akan lebih baik tahun depan. Apalagi pembangunan infrastruktur Sumsel terus berjalan dan investasi terus masuk ke sumsel,” tutupnya. (juwita)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita